Liputan POLITIK

Media Asing Sorot Moeldoko, Ricky Kurniawan: Perpolitikan di Indonesia Menjadi Hal Hina dan Menjijikan

Ditulis oleh Liputan68 pada 8 Maret 2021 ⏱️ 2 Menit Baca

Liputan68.com | Media internasional Reuters menyoroti KSP Moeldoko yang diangkat menjadi Ketua Umum (Ketum) partai oposisi pemerintah, yaitu Partai Demokrat.

Koalisi Jokowi kini telah mencapai 74 persen dari 575 kursi parlemen di negara dengan ekonomi terbesar di Asia Tenggara, dilansir dari Reuters.

Reuters menilai, ketika Partai Demokrat mendukung pemerintah, maka akan secara otomatis memberi 9 poin persentase lebih banyak.

Penunjukan Moeldoko menjadi Ketum Demokrat mendapat tentangan dari Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

AHY yang merupakan anak Susilo Bambang Yudhoyono, merupakan salah satu pemimpin baru yang dapat mencalonkan diri sebagai presiden pada pemilu 2024 mendatang.

“Kongres Luar Biasa (KLB) ilegal, dan inkonstitusional ini diadakan oleh sejumlah anggota, mantan anggota, yang bersekongkol dengan aktor eksternal,” ujar AHY.

Karena hal tersebut, AHY mendesak Jokowi untuk tidak mengesahkan penunjukan Moeldoko dan mengatakan akan mengajukan pengaduan ke aparat penegak hukum.

Pemerintah diharapkan dapat memastikan ketua partai mana yang akan diakui oleh pemerintah.

Selain itu, pendapat dari sudut pandang lainnya datang dari Hendri Satrio yang merupakan pengamat politik di Universitas Paramadina mengatakan, Jokowi akan mendapatkan keuntungan dari staf seniornya yang memimpin partai.

“Dengan adanya Moeldoko di Partai Demokrat, pemerintahan akan semakin kuat dan ini bukan hanya soal 2024, tapi hari ini, dengan ini, pemerintah akan sangat leluasa untuk merancang kebijakan terkait politik dan kekuasaan,” ungkap Hendri Satrio.

Meski demikian, Hendri Satrio mengakui bahwa dirinya tidak bisa memastikan klaim kepemimpinan orang mana yang sah.

Sebagaimana diketahui oleh semuanya, Partai Demokrat termasuk di antara partai minoritas yang berupaya memblokir Undang-Undang Penciptaan Kerja, yang mana program tersebut merupakan salah satu program andalan Jokowi.

Menanggapi apa yang diberitakan oleh Reuters, politisi Partai Demokrat Ricky Kurniawan memberikan tanggapannya.

Dunia melihat, seorang pembantu presiden yang bukan kader dan anggota mengambil alih partai oposisi!,” ujar Ricky Kurniawan dari akun Twitter @RicKY_KCh pada Minggu. 7 Maret 2021.

“Dunia melibatkan perpolitikan Indonesia yang santun dan beradab, menjadi dua hal yang hina dan menjijikan,” sambungnya.

Dunia melihat!
Seorang Pembantu Presiden yang bukan kader dan anggota Mengambil Alih Partai Oposisi!!
Dunia melihat Perpolitikan Indonesia yg santun dan beradab menjadi Hal yang Hina & Menjijikan!#SelamatkanDemokrasihttps://t.co/1OzHWki2jy— Berkoalisi Dengan Rakyat {RicKY Kurniawan} (@RicKY_KCh) March 7, 2021

Sumber : PR-Tasikmalaya

Ditulis oleh Liputan68

Jurnalis dan penulis berita di Liputan68.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Home Trending

Kategori Berita

Pencarian