49 Aparatur Dari Temanggung Studi Banding ke Pacitan, Belajar Gotong Royong hingga Pelayanan Jemput Bola
Pacitan,Liputan68.com-Pemerintah Kabupaten Temanggung melakukan studi banding ke Kabupaten Pacitan, Kamis (3/9/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya peningkatan kapasitas aparatur kelurahan dalam mendukung penguatan pelayanan publik dan pemberdayaan masyarakat.
Sebanyak 49 peserta mengikuti kunjungan tersebut. Mereka terdiri atas Kepala Bagian Pemerintahan, Camat Temanggung, Camat Ngadirejo, 23 lurah, serta 23 staf pelaksana.
Rombongan Pemerintah Kabupaten Temanggung menjadikan sejumlah inovasi dan praktik baik di Pacitan sebagai bahan pembelajaran. Salah satu lokasi yang menjadi tujuan adalah Kecamatan Pacitan dan Kelurahan Ploso.
Kepala Bagian Pemerintahan dan Kerjasama Sekretariat Daerah Kabupaten Pacitan, Hesti Suteki, mengatakan kunjungan studi banding tersebut menjadi momentum penting untuk saling bertukar pengalaman antardaerah, terutama dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Pada prinsipnya, kami menyambut baik kehadiran rombongan dari Kabupaten Temanggung. Kegiatan seperti ini bukan hanya menjadi sarana untuk melihat program yang telah berjalan, tetapi juga ruang untuk saling berbagi pengalaman, gagasan, dan inovasi dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujarnya.
Menurut pejabat jebolan Sekolah Tinggi Kepamongprajaan ini, Pacitan memiliki sejumlah program dan inovasi yang selama ini terus dikembangkan melalui semangat kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat.
Di antaranya adalah keberhasilan Kelurahan Ploso sebagai Juara I Pelaksana Gotong Royong tingkat Kabupaten Pacitan dan menjadi wakil daerah dalam ajang Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) tingkat Provinsi Jawa Timur.
Semangat gotong royong tersebut, lanjutnya, menjadi salah satu kekuatan dalam membangun partisipasi masyarakat. Pemerintah tidak dapat berjalan sendiri dalam menyelesaikan berbagai persoalan pembangunan, sehingga keterlibatan warga menjadi bagian penting dalam mewujudkan lingkungan yang maju dan berdaya.
Selain praktik gotong royong, rombongan juga mempelajari inovasi Bajak Pasah PBB-P2 atau Bayar Pajak Pakai Sampah. Inovasi ini memadukan kesadaran masyarakat dalam memenuhi kewajiban pembayaran pajak dengan kepedulian terhadap kebersihan dan pengelolaan lingkungan.
“Inovasi yang ada tentu lahir dari kebutuhan dan kondisi masyarakat di daerah. Harapannya, apa yang dipelajari dari Pacitan dapat menjadi inspirasi dan kemudian dikembangkan sesuai karakteristik serta kebutuhan masyarakat di Kabupaten Temanggung,” kata Hesti.
Tak hanya itu, perhatian rombongan Temanggung juga tertuju pada program Ngantor di Lingkungan, sebuah layanan jemput bola yang mendekatkan pelayanan publik langsung kepada masyarakat hingga tingkat RW dan RT.
Melalui program tersebut, pemerintah hadir lebih dekat dengan warga. Sejumlah layanan dapat diakses masyarakat tanpa harus selalu datang ke kantor, sekaligus membuka ruang komunikasi langsung antara pemerintah dengan warga untuk menyerap aspirasi dan mengetahui persoalan di lingkungan.
Hesti menilai, pelayanan publik harus terus beradaptasi dengan kebutuhan masyarakat. Kehadiran pemerintah di tengah warga menjadi salah satu langkah untuk memastikan pelayanan dapat dijangkau secara lebih mudah, cepat, dan efektif.
“Semangatnya adalah bagaimana pemerintah semakin dekat dengan masyarakat. Kami berharap dari pertemuan dan diskusi ini muncul pertukaran gagasan yang bermanfaat bagi kedua daerah,” tambah mantan Kabid Mutasi ini.
Studi banding tersebut diharapkan tidak berhenti sebatas kunjungan dan melihat langsung pelaksanaan program. Lebih dari itu, berbagai praktik baik yang diperoleh dapat menjadi referensi untuk dikembangkan di Kabupaten Temanggung sesuai dengan kondisi dan potensi masing-masing wilayah.
Kegiatan ini sekaligus memperkuat sinergi antarpemerintah daerah dalam membangun tata kelola pemerintahan yang semakin inovatif, partisipatif, serta berorientasi pada peningkatan pelayanan kepada masyarakat.(Red/yun).

Tinggalkan Balasan