Mengenal Sosok Joni Walker Manik, Ketua Kerukunan Rakyat Batak

Oleh Dr. Purwadi, M.Hum. 

(Ketua Lembaga Olah Kajian Nusantara LOKANTARA, Hp :0878 6440 4347)

A. Jiwa Pendidik Berbasis Budaya.

Pendidikan menjadi unsur yang utama dalam penye-lenggaraan pembangunan nasional. Oleh karena itu penye-lenggaraan pendidikan sebaiknya tetap memperhatikan aspek budaya. Dengan demikian peserta didik tetap berpangkal dari jati diri dan kearifan lokal yang telah diwariskan oleh leluhurnya secara turun-temurun.

Pengalaman adalah guru yang sangat baik. Dari penga-laman itulah seseorang dapat mengalami proses pembela-jaran. Namanya Drs. Joni Walker Manik, MM. Beliau menjabat sebagai Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Serdang Bedagai. Sebelumnya juga pernah mendapat tugas yang beragam di lingkungan pemerintah Kabupaten Deli Serdang dan Serdang Bedagai Propinsi Sumatera Utara. Jauh dari jabatan struktural, Pak Joni Walker Manik adalah seorang guru, pengajar atau pendidik yang berpengalaman.

Penampilan Pak Joni sungguh luwes. Tutur katanya terukur. Boleh dikata amat fleksibel. Tentu saja banyak ka-wan. Di mana saja berada, orang berdatangan untuk sekedar ngobrol, bercakap, bincang-bincang dengan tema apa saja. Gelak tawa dan canda ria menghias suasana. Jelas sekali kalau Pak Joni memiliki selera persahabatan. Terlebih-lebih saat beliau berdinas, para wartawan ramai berjubel. Mereka di-layani dengan ramah tamah. Raut muka mereka bersinar-sinar. Tanda bahwa hubungan mereka amat akrab.

Postur badan Pak Joni Walker Manik tinggi besar. Dari dekat jauh selalu tampak gagah, agung, anggun. Cocok jadi seorang pemimpin. Busana macam apa pun pantas dipakai. Saat santai pakai kaos oblong. Kelihatan ganteng juga. Situasi formal menggunakan jas berdasi, juga bertambah wibawa. Bekal menjadi pemimpin memang lebih dari cukup. Ditambah kualitas suara yang mantab. Kalau berpidato pandai memilih kata, pintar menyusun kalimat. Para pendengar menjadi betah menyimak. Setiap kata yang meluncur pasti mengandung arti.

Memimpin rapat bagi Pak Joni merupakan kegiatan se-hari-hari. Anak buah penuh dengan perhatian. Tiap pikiran dan ungkapan diperhatikan oleh anak buah. Perintah Pak Joni bila dilaksanakan tentu banyak gunanya. Misalnya para guru yang mengikuti pelatihan, tak diperkenankan meninggalkan tempat sebelum acara selesai. Mereka kompak, taat dan patuh. Kata Pak Joni seorang harus menjadi contoh tentang praktek pendidikan karakter.

Pamor adalah pancaran kewibawaan. Bagi Pak Joni pamor merupakan harga diri dan kewibawaan yang perlu dijaga dengan kerja keras dan prestasi. Tidak ada tawar menawar. Prestasi gemilang mendatangkan prestise yang berkilauan. Maka seseorang perlu meraih prestasi.

Kesan pesan dari para Satpol PP, pegawai honorer, tukang sapu dan sopir diutarakan dengan jujur. Rata rata orang kecil ini menaruh hormat pada Pak Joni. Dengan gelak tawa mereka kecipratan rejeki. Pak Joni merupakan pejabat yang murah hati. Uang receh selalu tersedia dan terbuka. Pegawai bawahan ini seolah-olah mendapat anugerah yang berlimpah ruah. Contohnya Sri Mulyani dan Diah, juru ketik handal dari Yogya. Betapa bahagia mereka ini saat mendapat kiriman dari Pak Joni. Priyayi Batak ini begitu perhatian pada orang lain. Doa mereka lantas mengalir. Semua orang kecil yang mendapat perhatian akan muncul sikap hormat, patuh, segan. Mereka seraya berdoa dengan tulus ikhlas.

B. Kokoh dalam Berprinsip, Luwes dalam Penampilan

Pandangan hidup seseorang selalu berhubungan dengan pola pikir serta tindakan. Luwes dalam penampilan, tegas dalam prinsip. Itulah kata yang tepat untuk menggambarkan jiwa seorang pemimpin seperti Pak Joni Walker Manik. Kebijaksanaan dan improvisasi kepemimpinan dilandasi dengan prinsip yang benar serta kepribadian yang kokoh. Hasilnya adalah kegiatan yang produktif, tepat guna dan berhasil guna. Aktivitas Dinas Pendidikan berjalan sesuai dengan rencana. Pemimpin dan bawahan bergerak sesuai dengan tupoksi, tugas pokok dan fungsi. Program Dinas Pendidikan Serdang Bedagai dilakukan dengan kompak dan penuh kekeluargaan. Semua anggota merasa memiliki hak dan kewajiban yang sama. Suasana yang kondusif ini berkat kerja sama yang baik antar anggota dan pimpinan. Ujung-ujungnya demi kemajuan bagi seluruh warga Serdang Bedagai.

Leluhur Batak memang darah asli asal usul Pak Joni Walker Manik. Bahkan beliau aktif menjadi pemimpin pagu-yuban Batak. Di bawah komando Pak Joni paguyuban budaya Batak berjalan lancar, berkembang dan maju. Potensi dan kreativitas orang Batak tersalur lewat organisasi sosial budaya. Mengurus organisasi sosial budaya pasti memerlukan biaya. Dengan cekatan Pak Joni mengeluarkan dana pribadi. Mengelola kegiatan budaya jelas jauh dari keuntungan finansial. Mengelola kegiatan kemasyarakatan harus berani tombok. Pak Joni Walker Manik dengan trampil mengelola organisasi sosial budaya sampai berhasil. Barangkali aktivitas lain bisa mencontoh perjuangan sosial budaya yang dilakukan oleh Pak Joni. Sekedar acuan teladan yang baik.

Namun demikian, Pak Joni punya toleransi atas keberagaman budaya. Tak tanggung-tanggung beliau nanggap seni budaya Jawa. Kerap tampil membina seni kerawitan Jawa. Anak anak yang berpotensi diberi arahan dan binaan. Mereka diberi kesempatan belajar, latihan seni budaya. Contoh saat latihan seni tembang, kerawitan dan pedalangan. Pak Joni Walker Manik hadir terus. Beliau memberi semangat buat anak muda, agar terus berkreasi seusai dengan bakat masing-masing. Paguyuban Suko Budoyo yang terletak di Jl. Batang Terap Perbaungan menjadi sarana pelatihan dan pembela-jaran kolektif. Anak-anak muda dengan latar belakang suku, agama dan budaya bersama-sama menghayati dan melak-sanakan semboyan Bhinneka Tunggal Ika.

Pada hari Rabu tanggal 14 Agustus 2019 ada kenangan istimewa. Pak Joni Walker Manik naik mobil sendiri. Tanpa sopir dan teman, parkir di halaman Bandara Kualanamu. Tampak gesit dan cekatan. Makan malam di Lubuk Pakam Deli Serdang, tak lama kemudian handai taulan berdatangan. Jelas sekali kawan Pak Joni berasal dari berbagai kelompok. Beliau tokoh Batak yang disegani. Anak buahnya, yaitu Pak Suriadi dan Pak Jawaner menyusul pula. Jadilah suasana akrab.

Jamuan makan malam itu digunakan untuk menata program. Pagi harinya dilakukan pelatihan oleh Pendidikan Luar Sekolah yang dinaungi Dinas Pendidikan Sergai. Kepala bidang yaitu Ibu Murni bersama dengan Pak Wira dan Pak Faisal berkunjung ke PKBM Pegajahan, PKBM Perbaungan dan PKBM Nur Habibi. Pada kunjungan PKBM Pegajahan benar benar sempurna. Lagu-lagu yang bernuansa pendidikan, tata krama dan kebangsaan dinyanyikan bersama. Lagunya yaitu: Serayu Banyumas, Budhal Sekolah, Cikal Klapa, Wajibe Murid, Kembang Blimbing, Jago Kluruk.

Proses belajar buat bapak dan ibu guru PAUD sungguh bikin senang dan bahagia. Hasilnya dibuat rekaman. Dengan maksud agar bisa ditiru dan ditularkan buat pengajar lain. Dengan demikian latar lagu pun dibuat selaras dengan tema lingkungan sekitar.

Orang Batak sangat menjunjung tinggi rasionalitas. Maklum di sini berkembang pemikiran empiris dan kritis. Namun demikian Pak Joni Walker Manik bisa menyelaraskan antara modernitas dengan tradisi. Tiap punya permasalahan, Pak Joni tidak lupa berdoa pada leluhur. Bahkan beliau sering berziarah di Danau Toba. Kadang kadang meditasi di Pulau Samosir. Pak Joni begitu percaya pada leluhur yang tinggal di Danau Toba.

Ketika berkunjung di Yogya tak lupa melakukan medi-tasi di Parang Kusumo. Beliau yakin bahwa Kanjeng Ratu Kidul masih bertalian erat dengan sistem kepercayaan yang ada di Tanah Batak. Kegiatan spiritual ini mampu memberi spirit, semangat, tenaga dan energi pada perjuangan Pak Joni Walker Manik. Kepala Dinas Pendidikan ini memang menghayati tradisi yang sudah berkembang berabad abad di negeri tercinta.

Penghormatan pada pembesar negeri tak perlu diragu-kan lagi. Pak Joni dan ibu sempat ziarah di makam Pak Harto. Menurut Pak Joni Presiden Soeharto mempunyai jasa besar pada negara. Makam Pak Harto di Mangadeg Matesih Karang-anyar Jawa Tengah tiap hari ramai dikunjungi oleh kerabat dan pengikut. Jasa dan warisan pak Harto bisa dilanjutkan oleh generasi penerus supaya kejayaan bangsa tetap berlanjut. Supaya kejayaan bangsa tetap berlanjut. Pak Harto ber-kuasa sekitar 32 tahun dan mampu membuktikan kejayaan di Indonesia. Perdana Menteri Singapura dan Malaysia amat menghormati Pak Harto sebagai pahlawan besar.

Kesetiaan Pak Joni pada kawan terbukti saat jagong manten Dimas di Jember Jawa Timur tahun 2018. Beliau mengantar mas Yudi di stasiun sampai pukul 24.00. Para pengantar diajak ngobrol dan diskusi sambil ngopi bareng. Tampak jiwa kepemimpinan Pak Joni yang mengajak ke pantai. Di sana beliau nyewa mobil untuk kegiatan. Waktu tiga hari berlangsung dengan lancar, Pak Joni dan Bu Joni tampil sebagai pengayom yang baik bagi anak buahnya. Pasangan ini memang serasi dan harmonis. Semoga lestari sepanjang masa.

Kewibawaan Pak Joni tampak saat acara pelatihan bagi guru di Pantai Cermin. Hujan deras mengguyur. Para guru maunya akan pulang lebih awal. Apa kata Pak Joni ? Tidak boleh. Dilarang pulang guru harus memberi teladan yang baik. Hujan bukan alasan untuk mbolos. Kasihan uang rakyat. Sudah dibayar dan diberi uang saku. Kenapa tega, mbolos. Tidak baik. Pendidikan karakter harus ditegakkan. Para guru pun lantas patuh. Itulah wibawa yang terpancar dari seorang pemimpin.

BAGIKAN KE :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *