Sejarah Danau Toba

Oleh: Dr. Purwadi, M.Hum. 

(Ketua Lembaga Olah Kajian Nusantara LOKANTARA, Hp: 0878 6440 4347)

A. Danau Toba Sumber Kekuatan Jiwa Raga.

Dalam sejarahnya danau Toba diperintah oleh Sopo Guru Tatae Bulan. Leluhur orang Batak ini memberi semangat untuk berjaya di sepanjang masa.

Luas danau Toba termasuk danau vulkanik terbesar di dunia. Panjang 106 km. Lebar 32 km. Perairan danau Toba dikelilingi huran dan pegunungan. Sedap indah mata memandang.

Dengan kedalaman 507 m, lalulintas danau Toba berjalan lancar tiap hari. Perahu datang pergi silih berganti. Barang dan jasa diangkut lewat danau Toba . Orang memutar roda ekonomi. Kehidupan masyarakat danau Toba berlangsung menurut hukum alam yang berlaku.

Oleh karena lingkungan danau Toba perlu dijaga. Kebersihan alam harus dirawat. Tak boleh bawa kotoran. Jangan bikin kerusakan. Itulah ajaran luhur Sopo Guru Tatae Bulan.

Mala petaka karena kesalahan manusia. Umumnya demi kesenangan lantas menempuh jalan pintas. Misalnya kecelakaan perahu feri pada tanggal 18 Juni 1918. Kapal feri tenggelam bersifat magis spiritual. Peringatan agar waspada dalam hidup.

Bukit barisan berjajar jajar menghias suwarna dwipa. Pegunungan yang membentang sepanjang pulau Sumatera ini melalui pula lingkungan sekitar danau Toba. Begitu megah mewah gagah indah. Rasa yang bergelora pasti tergugah.

Jiwa Pendidik berbasis budaya menyelimuti tekat generasi. Muncul kepemimpinan dari lingkungan danau Toba.

Jelas danau Toba memuat ajaran kearifan lokal secara simbolis. Pendidikan menjadi unsur yang utama dalam penyelenggaraan pembangunan nasional. Oleh karena itu penyelenggaraan pendidikan sebaiknya tetap memperhatikan aspek budaya.

Belajar dari lingkungan danau Toba memang perlu. Dengan demikian peserta didik tetap berpangkal dari jati diri dan kearifan lokal yang telah diwariskan oleh leluhurnya secara turun temurun.

Pengalaman adalah guru yang sangat baik. Dari pengalaman itulah seseorang dapat mengalami proses pembelajaran. Anak keturunan lingkungan danau Toba telah memberi contoh kesuksesan. Namanya Drs. Joni Walker Manik, MM. Begitu tinggi penghayatan atas lingkungan danau Toba. Jadilah pribadi yang bijak bestari.

Pengabdian menjadi titik tolak jejak langkah. Joni Walker Manik menjabat sebagai Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Serdang Bedagai. Sebelumnya juga pernah mendapat tugas yang beragam di lingkungan pemerintah Kabupaten Deli Serdang dan Serdang Bedagai Propinsi Sumatera Utara.

Alam danau Toba memberi semangat kebijaksanaan. Jauh dari jabatan struktural, Pak Joni Walker Manik adalah seorang guru, pengajar atau pendidik yang berpengalaman.

Penampilan Pak Joni sebagai trah alam Danau Toba sungguh luwes. Tutur katanya terukur. Boleh dikata amat fleksibel.
Tentu saja banyak kawan. Di mana saja berada, orang berdatangan untuk sekedar ngobrol, bercakap, bincang bincang dengan tema apa saja. Gelak tawa dan canda ria menghias suasana. Jelas sekali kalau Pak Joni memiliki selera persahabatan. Terlebih lebih saat beliau berdinas, para wartawan ramai berjubel. Mereka dilayani dengan ramah tamah. Raut muka mereka bersinar sinar. Tanda bahwa hubungan mereka amat akrab.

Postur badan Pak Joni Walker Manik tinggi besar. Dari dekat jauh selalu tampak gagah, agung, anggun. Cocok jadi seorang pemimpin. Busana macam apa pun pantas dipakai. Saat santai pakai kaos oblong. Kelihatan ganteng juga. Situasi formal menggunakan jas berdasi, juga bertambah wibawa.

Aura danau Toba menguatkan jiwa. Bekal menjadi pemimpin memang lebih dari cukup. Ditambah kualitas suara yang mantab. Kalau berpidato pandai memilih kata, pintar menyusun kalimat. Para pendengar menjadi betah menyimak. Setiap kata yang meluncur pasti mengandung arti.

Memimpin rapat bagi Pak Joni merupakan kegiatan sehari hari. Anak buah penuh dengan perhatian. Tiap pikiran dan ungkapan diperhatikan oleh anak buah. Perintah Pak Joni bila dilaksanakan tentu banyak gunanya. Misalnya para guru yang mengikuti pelatihan, tak diperkenankan meninggalkan tempat sebelum acara selesai. Mereka kompak, taat dan patuh. Kata Pak Joni seorang harus menjadi contoh tentang praktek pendidikan karakter.

Pamor adalah pancaran kewibawaan. Bagi Pak Joni pamor merupakan harga diri dan kewibawaan yang perlu dijaga dengan kerja keras dan prestasi. Tidak ada tawar menawar. Prestasi gemilang mendatangkan prestise yang berkilauan. Maka seseorang perlu meraih prestasi.

Pola kepemimpinan yang bersandar kearifan lokal danau Toba terbukti nyata. Kesan pesan dari para Satpol PP, pegawai honorer, tukang sapu dan sopir diutarakan dengan jujur. Rata rata orang kecil ini menaruh hormat pada Pak Joni. Dengan gelak tawa mereka kecipratan rejeki. Pak Joni merupakan pejabat yang murah hati. Uang receh selalu tersedia dan terbuka. Pegawai bawahan ini seolah olah mendapat anugerah yang berlimpah ruah. Contohnya Sri Mulyani dan Diah, juru ketik handal dari Yogya.

Betapa bahagia mereka ini saat mendapat kiriman dari Pak Joni. Priyayi Batak ini begitu perhatian pada orang lain. Doa mereka lantas mengalir. Semua orang kecil yang mendapat perhatian akan muncul sikap hormat, patuh, segan. Mereka seraya berdoa dengan tulus ikhlas.

Lingkungan danau Toba bisa digunakan untuk refleksi. Meditasi kultural berlangsung lama. Masyarakat tradisional Batak patuh pada adat istiadat.

B. Pendidikan Karakter Dari Danau Toba.

Danau Toba menawarkan butir butir kearifan lokal. Manusia mesti belajar dari alam.
Misalnya kokoh dalam berprinsip, luwes dalam penampilan.

Pandangan hidup seseorang selalu berhubungan dengan pola pikir serta tindakan. Luwes dalam penampilan, tegas dalam prinsip. Itulah kata yang tepat untuk menggambarkan jiwa seorang pemimpin seperti Pak Joni Walker Manik. Kebijaksanaan dan improvisasi kepemimpinan dilandasi dengan prinsip yang benar serta kepribadian yang kokoh. Hasilnya adalah kegiatan yang produktif, tepat guna dan berhasil guna. Aktivitas Dinas Pendidikan berjalan sesuai dengan rencana.

Danau Toba membentuk suasana jiwa. Pemimpin dan bawahan bergerak sesuai dengan tupoksi, tugas pokok dan fungsi. Program Dinas Pendidikan Serdang Bedagai dilakukan dengan kompak dan penuh kekeluargaan. Semua anggota merasa memiliki hak dan kewajiban yang sama. Suasana yang kondusif ini berkat kerja sama yang baik antar anggota dan pimpinan. Ujung ujungnya demi kemajuan bagi seluruh warga Serdang Bedagai.

Leluhur Batak memang darah asli asal usul Pak Joni Walker Manik. Bahkan beliau aktif menjadi pemimpin paguyuban Batak. Di bawah komando Pak Joni paguyuban budaya Batak berjalan lancar, berkembang dan maju. Potensi dan kreativitas orang Batak tersalur lewat organisasi sosial budaya. Mengurus organisasi sosial budaya pasti memerlukan biaya. Dengan cekatan Pak Joni mengeluarkan dana pribadi. Mengelola kegiatan budaya jelas jauh dari keuntungan finansial. Mengelola kegiatan kemasyarakatan harus berani tombok. Pak Joni Walker Manik dengan trampil mengelola organisasi sosial budaya sampai berhasil.

Kerabat atau Kerukunan Masyarakat Batak merupakan wadah budaya. Barangkali aktivitas lain bisa mencontoh perjuangan sosial budaya yang dilakukan oleh Pak Joni. Sekedar acuan teladan yang baik.

Namun demikian, Pak Joni punya toleransi atas keberagaman budaya. Tak tanggung tanggung beliau nanggap seni budaya Jawa. Kerap tampil membina seni kerawitan Jawa. Anak anak yang berpotensi diberi arahan dan binaan. Mereka diberi kesempatan belajar, latihan seni budaya. Contoh saat latihan seni tembang, kerawitan dan pedalangan. Pak Joni Walker Manik hadir terus. Beliau memberi semangat buat anak muda, agar terus berkreasi seusai dengan bakat masing masing.

Wadah budaya amat berguna. Kerabat adalah Kerukunan Masyarakat Batak. Organisasi ini bekerja sama dengan Paguyuban Suko Budoyo yang terletak di Jl. Batang Terap Perbaungan menjadi sarana pelatihan dan pembelajaran kolektif. Anak anak muda dengan latar belakang suku, agama dan budaya bersama-sama menghayati dan melak-sanakan semboyan Bhinneka Tunggal Ika.

Pada hari Rabu tanggal 14 Agustus 2019 ada kenangan istimewa. Pak Joni Walker Manik naik mobil sendiri. Tanpa sopir dan teman, parkir di halaman Bandara Kualanamu. Tampak gesit dan cekatan. Makan malam di Lubuk Pakam Deli Serdang, tak lama kemudian handai taulan berdatangan. Jelas sekali kawan Pak Joni berasal dari berbagai kelompok. Beliau tokoh Batak yang disegani. Anak buahnya, yaitu Pak Suriadi dan Pak Jawaner menyusul pula. Jadilah suasana akrab.

Jamuan makan malam itu digunakan untuk menata program. Pagi harinya dilakukan pelatihan oleh Pendidikan Luar Sekolah yang dinaungi Dinas Pendidikan Sergai. Kepala bidang yaitu Ibu Murni bersama dengan Pak Wira dan Pak Faisal berkunjung ke PKBM Pegajahan, PKBM Perbaungan dan PKBM Nur Habibi. Pada kunjungan PKBM Pegajahan benar benar sempurna.

Lingkungan danau Toba itu akrab dengan seni olah vokal. Lagu-lagu yang bernuansa pendidikan, tata krama dan kebangsaan dinyanyikan bersama. Lagunya yaitu: Serayu Banyumas, Budhal Sekolah, Cikal Klapa, Wajibe Murid, Kembang Blimbing, Jago Kluruk.

Proses belajar buat bapak dan ibu guru PAUD sungguh bikin senang dan bahagia. Hasilnya dibuat rekaman. Dengan maksud agar bisa ditiru dan ditularkan buat pengajar lain. Dengan demikian latar lagu pun dibuat selaras dengan tema lingkungan sekitar.

Orang Batak di lingkungan danau Toba sangat menjunjung tinggi rasionalitas. Maklum di sini berkembang pemikiran empiris dan kritis. Tapi tetap setia dan menjunjung tinggi etika.

Namun demikian Pak Joni Walker Manik bisa menyelaraskan antara modernitas dengan tradisi. Tiap punya permasalahan, Pak Joni tidak lupa berdoa pada leluhur. Bahkan beliau sering berziarah di Danau Toba. Kadang kadang meditasi di Pulau Samosir. Pak Joni begitu percaya pada leluhur yang tinggal di Danau Toba.

Ketika berkunjung di Yogya tak lupa melakukan meditasi di Parang Kusumo. Beliau yakin bahwa Kanjeng Ratu Kidul masih bertalian erat dengan sistem kepercayaan yang ada di Tanah Batak. Kegiatan spiritual ini mampu memberi spirit, semangat, tenaga dan energi pada perjuangan Pak Joni Walker Manik. Kepala Dinas Pendidikan ini memang menghayati tradisi yang sudah berkembang berabad abad di negeri tercinta.

BAGIKAN KE :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *