oleh

Real Crazy Rich Asal Medan, Yang Merupakan Raja Sawit Indonesia

Liputan68.com, Medan | Komoditas yang berkontribusi besar pada cadangan devisa Negara adalah industri kelapa sawit.

Kelapa sawit menghasilkan produk yang dibutuhkan masyarakat seperti minyak goreng yang akhir-akhir ini menjadi langka dan naik daun.

Dari perkebunan sawit inilah, lahir menjadi orang-orang terkaya di Indonesia, ternyata ada beberapa orang yang berasal dari Medan dan berdarah Batak

Perusahaan kelapa sawit asing yang ingin tetap beroperasi di kawasan industri khusus sawit nantinya diharuskan melakukan divestasi. (Dok. Eagle High Plantations)

Inilah deretan konglomerat yang menguasai ratusan ribu hektare perkebunan kelapa sawit lengkap beserta pabrik pengolahan CPO.

Berikut adalah sosok Raja Minyak Sawit Asal Medan yang tajir melintir :

  1. Sukanto Tanoto
Sukanto Ttanoto. (Foto: Aprilasia)

Sukanto Tanoto atau Tan Kang Ho lahir Belawan yang lahir di Medan (25 Desember 1949). Sukanto adalah seorang pengusaha asal Medan yang dikenal dengan julukan “Raja Garuda Mas”.

Sukanto Tanoto alumni dari SD Tionghoa di daerah Belawan, dan melanjutkan sekolahnya di Sekolah Tionghoa di Medan.

Liputan JUGA  Cegah Korupsi Sektor SDA, KPK bersama Paramadina Selenggarakan Seminar

Sukanto adalah anak sulung dari tujuh bersaudara yang semuanya laki-laki, ayahnya seorang imigran dari kota Putian, Tiongkok.

Sukanto Tanoto termasuk deretan orang terkaya di Indonesia, dia diberi julukan Raja Garuda Mas karena memiliki grup usaha Royal Garden Eagle International (RGEI) yang berbasis di Singapura.

Permulaan terjun ke dalam dunia bisnis di tahun 1966 keluarganya memiliki toko mobil, ketika ayahnya sakit sehingga dia yang mengambil alih tugas ayahnya.

Selanjutnya di tahun 1967, dia merintis bisnisnya sebagai pemasok suku cadang dan di bidang jasa konstruksi untuk industri minyak, lalu dia membudidayakan kelapa sawit melalui perusahaannya Inti Indo Sawit Sejati tahun 1970.

Berjalan enam tahun kemudian, Sukanto membentuk perusuhaan CV Karya Pelita  yang sekarang lebih dikenal dengan Royal Golden Eagle International (REGI) yang bergerak dalam bisnis kayu lapis.

Liputan JUGA  Rp1.057 Triliun Jika Harta 18 Orang Terkaya di Indonesia Digabung

Bisnisnya pun meluas sampai ke Malaysia, pada tahun 1976 dia mendirikan PT. Bina Sarana Papan dengan menjalankan bisnis kelapa sawit dan minyak goreng merek Camar adalah satu diantaranya yang dia produksi.

Tak hanya samapi disitu Sukanto Tanoto mendirikan perusahaan lain yang masih dalam bidang sumber daya alam seperti kelapa sawit, kehutanan, pulp, kertas, dan pembangkit tenaga listrik.

Samapi kelompok Royal Garden Eagle International (RGEI), bergerak dalam berbagai bidang industri seperti Industri Kertas dan Pulp oleh (Asia Pacific Resources International Holding Ltd atau APRIL), dan Industri Perkebunan Kelapa Sawit (Asian Agri dan Apical), Rayon dan Pulp Khusus (Sateri International), serta energi (Pacific Oil & Gas).

Asian Agri dan Apical dalam laman web resminya menyampaikan bahwa perusahaan telah memiliki 30 perkebunan kelapa sawit yang berlokasi di ulau Sumatera Provinsi yaitu Riau, Jambi, dan Sumatera Utara seluas 100.000 hektar.

Liputan JUGA  Djarot Saiful Hidayat Ditetapkan Menjadi Ketua DPD PDI Perjuangan Sumut

Sedangkan di situs resmi Apical perusahaan memiliki 6 kilang pemurnian, 3 pabrik biodiesel, satu pabrik pengolahan inti sawit dan satu pabrik oleokimia.

Sukses dalam hal bisnis, crazy rich ini terinspirasi untuk memberikan bantuan Pendidikan kepada masyarakat Indonesia yang di khususkan untuk masyarakat kurang mampu untuk meneruskan pendidikan yang bernama Tanoto Foundation tahun 1981.

Dilansir melalui laporan Majalah Forbes, nama Sukanto Tanoto berada di rangking ke-21 orang terkaya di Indonesia dan tercatat memiliki kekayaannya mencapai 2 miliar dollar AS dengan urutan 1.561 dalam orang paling tajir sedunia di 2021.

  Banner Iklan Sariksa

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.