Pengertian Catur Purusa Artha (Empat Tujuan Hidup Manusia) Dan Bagian-Bagiannya
Liputan68.com
Oleh : Selwa Raja, Mbp.
Om Swastyastu,
Om Avighnam Astu Namo Siddham,
Om Anno Bhadrah Krattavo Yantu Visvattah.
Semoga Hyang Widhi menganugerahkan segala pikiran baik datang dari segala penjuru
Secara etimologi Catur Purusa Artha berasal dari bahasa Sanskerta dari akar kata Catur, Purusa dan Artha. Catur diartikan empat, Purusa berarti manusia dan Artha artinya tujuan. Sehingga Catur Purusa Artha dapat diartikan empat tujuan hidup manusia (Surpha, 2005: 5).
Kitab Sarasamuscaya menjelaskan bahwa kelahiran menjadi manusia itu merupakan suatu kesempatan yang terbaik untuk memperbaiki diri, oleh karena itu hanya manusia yang dapat memperbaiki segala tingkah lakunya yang dipandang tidak baik menjadi baik, guna menolong dirinya dari penderitaan dalam usahanya untuk mencapai Moksa (Surpha, 2005: 5).
Dalam kitab Nitisastra, Bhagavan Sukra mengemukakan bahwa semua perbuatan manusia itu pada hakekatnya didasarkan pada usaha untuk mencapai empat hakekat hidup yang terpenting yaitu Dharma, Artha, Kama dan Moksa. Tidak ada satu pun perbuatan manusia yang tidak di dorong oleh keinginannnya untuk mencapai keempat tujuan itu, sehingga dapat dikatakan bahwa keempat hal inilah yang menjadi hakekat tujuan hidup manusia menurut ajaran agama Hindu.
Bagian-Bagian Catur Purusa Artha
Empat tujuan hidup manusia yakni Dharma, Artha, Kama, dan Moksa, akan dijelaskan sebagai berikut:
1. Dharma
Dharma adalah kebajikan , kebenaran, peraturan-peraturan yang mendukung orang untuk mendapatka kebahagiaan (Sura, 1985:92). Dalam Sarasamuscaya sloka 14, dijelaskan bahwa Dharma adalah jalan untuk pergi ke sorga “Dharma eva plavo nanyah svargam samabhivanchatam, Sa ca nawupwanijastatam jaladheh paramicchatah” yang artinya” Yang disebut Dharma, adalah merupakan jalan utuk pergi ke sorga, sebagai halnya perahu yang merupakan alat bagi saudagar untuk mengarungi lautan”.
Bila mana seseorang mengabaikan dharma ketika mencari Kama dan Artha, maka orang dapat terjerumus ke jurang kesengsaraan. Sura (1985:93) mengatakan orang yang melanggar dharma dan tidak mau menjadikanya sebagai jalan hidup akan tidak mendapatkan kebahagiaan tetapi kesedihan yang akan dialaminya.
Untuk itu sangat penting untuk menjunjung dharma, sebab dapat membawa seseorang mencapai kelepasan (moksa). Sarasamuscaya 12 mengatakan bahwa “Kamarthau lipsamanastu dharmamevaditasearet / Na hi dharmadapetyarthah kamo vapi kadacana” Artinya “pada hakekatnya, jika artha dan kama dituntut, maka seharusnya dharma hendaknya dilakukan lebih dulu. Tak dapat disangsikan lagi, pasti akan diperoleh artha dan kama ini nanti. Tidak akan ada artinya, jika artha dan kama itu diperoleh menyimpang dari dharma”.
2. Artha
Artha yaitu benda-benda duniawi yang dapat memuaskan kama. Artha merupakan obyek dari kama sehingga seseorang nikmat merasakan hidup ini. Artha dapat berarti harta atau kekayaan. Ajaran agama Hindu mengajurkan agar semua orang memiliki artha, sebab artha merupakan sarana untuk mencapai tujuan tertinggi (moksa).
Artha dalam catur Purusa Artha digunakan sebagai sedekah. Terdapat tiga penggunaan artha dalam ajaran Catur Purusa Arta yakni artha digunakan untuk memenuhi dharma, artha digunakan untuk memenuhi kama dan artha untuk mendapatkan harta kembali (wirasusaha).
Di jaman kali yuga dikatakan bahwa yajna yang paling utama adalah dengan berdana punia. Untuk itu artha jaman sekarang sangat penting, sebab tanpa artha seseorang tidak akan pernah merasakan kebahagiaan. Suatu contoh misalnya, jika tidak punya uang maka anda pasti merasa pusing karena tidak bisa membeli keinginan. Untuk itu artha dalam ajaran Catur Purusa Artha merupakan hal yang sangat penting. Sebab bagaimana mungkin orang mencapai kebahagiaan tertinggi (moksa) jika di dunia saja tidak bahagia.
3. Kama
Sura (1985:91) menjelaskan bahwa kama yaitu keinginan, nafsu yang mendorong seseorang untuk berbuat sesuatu, yang mendorong orang bergairah dan bergirang dalam hidup ini.Bahwa kama adalah nafsu atau keinginan yang dapat memberikan kepuasan atau kesejahteraan hidup. Kepuasan atau kenikmatan tersebut memang merupakan salah satu tujuan atau kebutuhan manusia.
Kama menurut ajaran agama Hindu tidak ada artinya jika diperoleh menyimpang dari dharma ( kebaikan ). Karena dharma menduduki tempat di atas dari kama dan artha. Dharma adalah pedoman dalam mencapai artha, kama dan Moksa.
4. Moksa
Moksa merupakan tujuan tertinggi dari catur Purusa Artha. Lalu pertanyaannya kenapa harus melalui Dharma, artha dan kama ? Dalam ajaran agama Hindu terdapat empat jenjang kehidupan manusia disebut catur asrama. Keempatnya harus dilewati oleh manusia. Untuk itu, dalam setiap tahapannya membutuhkan dharma, artha, dan kama. Dikatakan bahwa tanpa Dharma, Artha dan kama, Moksa tidak dapat di capai. Untuk itulah keempatnya tidak bisa dipisahkan satu sama lain.
Demikianlah pembagian dan susunan dari catur Purusa artha. Sekedar catatan bahwa untuk mencapai Artha, Kama dan Moksa maka seseorang harus mengutamakan Dharma. Sebab tidak ada artinya jika melenceng dari Dharma. Dharma adalah hukum yang mengatur Tujuan hidup berupa artha, kama dan Moksa.
Demikian penjelasan Tujuan Hidup Manusia, semoga bermanfaat dan wawasan keagamaan kita.
Om Shanti, Shanti, Shanti Om.(SR)

Tinggalkan Balasan