Liputan KOLOM

Pak Jokowi Dan Sumpah Pemuda Demi Bersatunya Nusantara

Ditulis oleh Liputan68 pada 28 Oktober 2020 ⏱️ 2 Menit Baca

Oleh: Dr. Purwadi, M.Hum

(Ketua Lembaga Olah Kajian Nusantara LOKANTARA, hp. 087864404347)

A. Semangat Sumpah Palapa Gajah Mada.

Kepentingan umum diutamakan di atas kepentingan pribadi atau golongan. Holobis kontul baris. Berjuang demi kemakmuran bersama. Leluhur Pak Jokowi mengajarkan sikap rame ing gawe, sepi ing pamrih.

Untuk itu Pak Jokowi selalu mengingatkan prestasi gemilang masa lampau. Sumpah Palapa telah menyatukan bumi nusantara. Sama halnya dengan Sumpah Pemuda yang memperkokoh persatuan dan kesatuan wilayah Indonesia. Semangat sumpah Palapa dan Sumpah Pemuda adalah tekat kuat untuk memperkokoh harkat dan martabat bangsa Indonesia.

Kerajaan Majapahit telah mewariskan nilai keteladanan, keutamaan, kebangsaan. Nusantara bersatu rakyatnya makmur maju. Murah sandang pangan papan, tata tentrem karta raharja.

Perjuangan memang tak kenal lelah.
Seorang pemimpin harus memahami semboyan sedumuk bathuk. Sedumuk bathuk artinya selebar dahi. Konsep sedumuk bathuk mempunyai makna yang sangat dalam. Meskipun hanya selebar dahi, tetapi di dahi itu terdapat otak di mana kreasi, inovasi, dan produksi seorang manusia dikembangkan.

Mersudi kawruh kasampurnan dilakukan oleh Bapak Widjiatno Naotomihadjo, ayahanda Pak Jokowi. Otak harus diisi dengan bermacam- macam ilmu pengetahuan agar mudah digunakan untuk memecahkan berbagai persoalan hidup. Tidak hanya persoalan diri sendiri tetapi juga permasalahan kemasyarakatan.

Ilmu iku kelakone kanthi laku, lekase lawan kas, tegese kas nyantosani, Setya budya pangekese dur angkara. Bahwa orang yang mempunyai otak yang encer atau brilian akan mampu meneyelesaikan banyak persoalan yang rumit sehingga sangat bermanfaat bagi orang lain.

Para pemuda harus belajar sejarah. Jasmerah, jangan sekali kali meninggalkan sejarah. Homo socius, manusia itu makhluk yang bermasyarakat. Dibanding dengan makluk lain, manusia memiliki kelebihan akal atau otak. Di sini pula yang membuat manusia terhormat. Kalau otaknya tidak jalan, maka pasti masa depan seseorang akan suram. Hidup mendatang sebaiknya semakin terang benderang.

Begitulah Pak Jokowi dan Bu Iriana memberi wejangan, agar putra putrinya menjadi orang utama mulia. Mas Gibran Rakabuming Raka, Mbak Kahiyang Ayu, Mas Kaesang Pengarep mengindahkan nasihat orang tua. Biar tampul sebagai putra putri yang berdarma bakti bagi ibu pertiwi.

Teladan pemimpin yang berdarma bakti bagi ibu pertiwi ditunjukkan Sri Baginda Ratu Tri Buwana Tunggadewi Jayawisnumurti. Memerintah Kerajaan Majapahit tahun 1328 – 1350. Lantas pada masa pemerintahan Prabu Hayamwuruk, Majapahit makin moncer. Perdana Menteri dijabat oleh Mahapatih Gajah Mada. Dengan sumpah palapa, Majapahit mempersatukan kepulauan nusantara. Sedumuk bathuk sanyari bumi.

Tekat waja bela negara. Seorang pemimpin harus memahami semboyan sanyari bumi. Sanyari bumi bisa diterjemahkan dengan sejengkal tanah. Tanah harus dikelola sebaik -baiknya agar bisa bermanfaat. Di atas tanah yang dimilikinya kedaulatan seseorang atau suatu bangsa bersandar.

Siti isine bulu bekti. Tanah merupakan modal utama dan sangat berharga bukan saja bagi para petani namun juga semua orang. Sistem tumpang sari bagi petani adalah contoh pemanfaat tanah secara optimal. Adanya pola warung hidup , yaitu sekitar rumah ditanami sayur-mayur dan tanaman obat- obatan juga merupakan contoh pemanfaatan tanah yang efektif. Pekarangan sebagai pengembangan warung hidup dan apotik hidup.

Paniti kisma adalah lembaga adat yang mengurus tanah. Dengan demikian pengelolaan tanah sangat penting, harus dihindari konflik atas pemilikan dan pengusahaan tanah. Jika tanah hak milik diganggu sebagaimana dalam masa kolonial, maka harus dibela dan direbut kembali dengan darah juang dan seluruh kekuatan.

Prabu Hayamwuruk memimpin Kerajaan Majapahit tahun 1350 – 1386. Dengan didamingi Empu Tantular dan Empu Prapanca, beliau menerapkan prinsip kenegaraan. Memang seorang pemimpin harus memahami konsep sepi ing pamrih. Sepi ing pamrih artinya mengosongkan ambisi pribadi yang dapat merugikan orang lain. Orang yang terlalu banyak ambisi biasanya akan melakukan tindakan yang tega mengorbankan orang lain. Menjegal dan menyepak pada kawan seiring dan menjilat pada atasan adalah contoh buruk orang yang berambisi tinggi dengan memakai jalan ilegal. Inilah gunanya ajaran kebaikan.

Empu Tantular menyempurnakan kitab sutasoma pada tahun 1351. Pujangga Majapahit memberi wejangan tentang konsep tata praja. Karir yang diperoleh dengan mamakai orang lain sebagai tumbal tentu akan mendapat reaksi perlawanan. Rongrongan demi rongrongan akan menggerogoti legitimasinya. Maka perlu tata susila.

Bidang ideologi negara disusun oleh Empu Prapanca, yang menyusun kitab Negara Kertagama. Kitab ini pernah ditulis di Lumajang, bawah kaki gunung Bromo. Isinya tentang kewarganegaraan.

Aparat, pajabat, rakyat wajar bergandengan dekat erat. Seseorang yang secara ikhlas menjalankan tugas, beban hidupnya sangat ringan. Jika sukses ia akan bersikap wajar dan bila gagal dia tak patah arang. Pujian dan caci maki dianggab bukan faktor penentu oleh karena itu disikapi biasa- biasa saja. Jawa iku prasaja lan walaka.

Sumpah Palapa memberi teladan nyata. Dalam berbagai kesempatan Pak Jokowi menganjurkan pada anak anaknya, agar mau bersikap rame Ing Gawe. Seorang pemimpin harus memahami konsep rame ing gawe. Ungkapan rame ing gawe mengandung maksud suka bekerja atau cepat kaki ringan tanga.

Orang yang berjiwa rame ing gawe selalu menggunakan maksudnya untuk bekerja dan malas serta pantang menganggur. Ora butuh kae kae, butuhe mung nyambut gawe.

Ora butuh apa apa, butuhe sabar narima. Negara akan maju dan berkembang dengan keringat orang yang suka bekerja. Produktivitas kerja akan menolong orang lain untuk sama-sama merasakan rembesan keringat hasil kerjanya. Di mana -mana saja orang dapat memberi kalau dia mempunyai. Kalau tidak punya maka apa yang lantas akan diberikan, selain kerja yang tekun? Sing tekun bakal tekan, sing tlaten bakal panen.

Mahapatih Gajah Mada berkarya nyata. Gumreget gumregut gemregah adalah wujud nyata etos kerja tekun. Kerja keras juga merupakan sarana untuk berbuat baik dan berguna bagi masyarakat dan merupakan perilaku yang teramat mulia.

Sembada wirotama, jeneng jenang, puluk kuluk merupakan bentuk penghargaan. Orang akan menghargai pihak lain yang mau bekerja dengan tekun dan tulus. Orang yang rame ing gawe tidak akan merongrong pihak lain, apalagi jika diimbangi dengan sikap sepi ing pamrih, tidak mengharapkan balas jasa.

Gula klapa abang putih sang dwi warna. Gula klapa iku minangka pratandha. Manunggaling warga bangsa. Tunggal cipta tunggal sedya. Kukuh bakuh nusantara.

Raja Majapahit Prabu Hayamwuruk mendukung penuh Sumpah Palapa Gajah Mada. Agar nusantara bersatu padu, hidup rukun berdampingan, sejahtera lahir batin.

B. Bersatu Kita Teguh, Bercerai Kita Runtuh.

Negara Kesatuan Republik Indonesia harus dijaga. Sumpah Palapa yang diucapkan oleh Patih Gajah Mada relevan dengan sumpah pemuda tanggal 28 Oktober 1928. Satu Nusa, satu bangsa dan satu bahasa. Yaitu Indonesia.

Semangat kebangsaan bisa digali lewat kevahasaan. Keluhuran paribasan bebasan saloka diajarkan oleh Raden Panji Sosrokartono. Beliau kakak kandung RA Kartini, yang menguasai 26 bahasa. Pernah bermukim di Eropa. Beliau mengajarkan konsep sugih tanpa bandha menang tanpa ngasorake.

Penghayatan atas konseo luhur ini benar diterapkan oleh Pak Jokowi dalam hidup sehari hari. Seorang pemimpin harus memahami makna sugih tanpa banda. Sugih tanpa banda mempunyai makna harfiah kaya tanpa harta. Hal ini menunjukkan Kekayaan tidak diukur dengan kepemilikan harta saja. Bisa juga dengan ukuran ati kang sumeleh pukoleh.

Urip ayem tentrem. Kekayaan hati dan kekayaan persaudaraan adalah hal yang sangat penting dalam kehidupan orang desa. Tuna satak bathi sanak, ber bandha ber bandhu. Nggayuh marang kamultan sejati.

Gotong royong dha tumandang gawe. Ambangun jiwa ambangun negara. Nusa bangsa ing nusantara. Berlandaskan prinsip itu sebenarnya dapat menjadi kaya asalkan hatinya sudah memiliki sikap nrima, tidak membanding- mbandingkan dengan orang yang secara material di atasnya. Kalau menoleh seseorang yang berada di bawahnya, maka sebenarnya masih banyak orang yang jauh lebih miskin. Jika mau bersikap seperti itu maka seseorang akan merasa kaya, karena toh kekayaan tidak ada batasnya, orang akan selalu merasa kekurangan. Narima ing pandum.

Lanang wadon sarta tuwa mudha, sengkut gya gumregut ngayahi kewajiban. Apalagi kalau mempunyai kawan yang beraneka ragam. Sewaktu dalam kesulitan banyak yang mudah mengulurkan tangan untuk memberi pertolongan. Kadang- kadang tanpa diminta pun mereka berbondong-bondong membantu. Orang tersebut akan sangat berbahagia.

Kanggo nggayuh marang kautaman, adil makmur kasembadan. Seorang pemimpin harus berjiwa atau memiliki konsep menang tanpa ngasorake. Menang tanpa ngasorake mempunyai arti menang tanpa mengalahkan. Menang tidak otomatis berlawanan dengan kalah. Menjadi pemenang tidak berarti harus mengalahkan. Pihak pemenang tidak akan merasa unggul dan sombong dan pihak yang kalah tidak jatuh harga dirinya.

Unggah ungguh tata krama titikane jalma utama. Dalam dunia politik persaingan sungguh keras. Oleh karena itu diperlukan sikap santun. Meskipun suasana panas, namun pikiran harus dingin. Kalau bisa, meraih kemenangan itu dengan dukungan luas. Bahkan lawan politik pun bisa mendukung jika mereka tidak merasa terganggu dan terancam.

Sedulur sempulur mahanani swasana makmur. Kemenangan uang diperoleh tanpa harus mempermalukan lawan dan menghina pesaing sungguh merupakan hal yang anggun sebagaimana hukum air mengalir, tidak kalah, tidak mengalahkan, tetapi sampai tujuan. Jumbuh ingkang ginayuh, sembada ingkang sinedya.

Raden Panji Sosrokartono menjadi guru Ki Hajar Dewantara, Bung Karno, Ali Satroamidjoyo. Jiwa pemimpin dibimbing. Seorang pemimpin harus memahami konsep nglurug tanpa bala. Nglurug tanpa bala maksudnya mendatangi lawan tanpa mengerahkan massa. Pemimpin politik, tokoh adat, dan pemuka agama pasti mempunyai pengikut. Kalau ada suatu masalaha selalu mengerahkan massa, maka yang akan terjadi adalah konflik dan bentrok antar pengikut. Aspek guyub rukun hendaknya diutamakan.

Manunggaling Kawula Gusti. Pemimpin yang menghindari pengerahan massa dan tidak pamer pengikut sebenarnya lebih efektif dan terhormat karena terhindar dari adanya korban dan perpecahan. Sementara itu orang lain yang melihatnya pun tidak merasa takut, terancam dan kuatir. Baginya yang terpenting adalah segala maksud tercapainya. Maka perlu memahami paugeran.

Duta negara utusane bangsa. Esensi diplomat ulung memang menekankan hasil dengan cara menekankan hasil yang damai. Efektifitas dan efisiensi seorang diplomat dapat dicapai dengan menghindari pengorbanan.

Wulang wuruk murih karaharjan. Seorang pemimpin yang sukses adalah seorang yang digdaya tanpa aji. Digdaya tanpa aji adalah orang yang sakti mandraguna tanpa harus memiliki ajian, jimat, atau benda- benda keramat lainnya. Dia sakti karena dirinya sendiri, bisa karena kecerdasan, karena ketaqwaan karena keungulan dalan hubungan antar manusia dan lain sebagainya. Dengan demikian ia dapat menaklukkan lawan bukan dengan kekerasan tetapi justru dengan kasih sayang.

Sluman slumun slamet. Singkat kata, orang yang sakti sebenarnya orang yang sedikit rintangan dari orang lain. Supaya lepas rintangan maka seseorang itu wajib memperbanyak sahabat dengan berprinsip bahwa satu musuh sudah terlalu banyak, apalagi dua. Orang yang menjadi musuhnya tentu akan menghalangi kemajuannya.

Orang yang banyak kawan di sana- sini akan mudah usahanya. Setiap ada kesulitan di situ pertolongan yang datang tanpa diundang. Alangkah mulianya orang yang digdaya tanpa aji.

Berdarma bakti bagi ibu pertiwi merupakan kewajiban untuk tiap warga negara. Pak Jokowi siang malam menerapkan wejangan kebangsaan. Sebagai bekal buat putra wayah. Agar bersedia labuh labet marang praja, demi keutuhan nusantara.

(LM-01)

Ditulis oleh Liputan68

Jurnalis dan penulis berita di Liputan68.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Home Trending

Kategori Berita

Pencarian