Gelar Seni Budaya di Kuala Lumpur
Oleh: Dr. Purwadi, M.Hum
(Ketua Lembaga Olah Kajian Nusantara LOKANTARA, hp. 087864404347)
A. Diplomasi Seni Budaya Antar Bangsa
Rencana kunjungan budaya ke Kualalumpur terjadi pada tanggal 13-16 Maret 2020. Sejak mengurus paspor dan jadwal keberangkatan penuh dengan gejolak batin. Betapa tidak paspor yang berlaku hingga 5 April 2020 dinyatakan tak berlaku. Waktu enam bulan dianggap habis. Terpaksa mengurus paspor baru. Tanggal 8 Maret paspor sudah jadi. Tiket pun diurus dengan lancar.
Persiapan kunjungan pun terlaksana. Mulai dari pakaian, sepatu, pulpen, buku, obat-obatan serta peralatan lain sudah siap tersedia. Tiba Kamis tanggal 12 Maret turun surat himbauan dari Kemendikbud. Intinya jadwal kunjungan yang melibatkan orang banyak sebaiknya ditunda atau dihindari.
Muncullah sikap ragu. Rencana ini benar atau tidak. Berlangsung atau batal. Panitia pun sulit dihubungi. Atas usul rekan-rekan, serta isu yang berkembang diputuskan saja tidak berangkat. Untuk menghindari virus corona. Dalil, alasan dicari untuk membenarkan keputusan. Hati bisa terhibur.
Panitia pun tahu bahwa sebagian peserta mau batal. Tentu terkejut. Dari berbagai macam pertimbangan, akhirnya diputuskan berangkat ke Kualalumpur. Resiko dihadapi. Di mana pun resiko pasti ada. Tekad bulat jadi berangkat. Segera membawa peralatan lengkap, semua jalan lancar. Termasuk oleh-oleh bakpia untuk bekal.
Rombongan ke Kualalumpur kali ini dipimpin oleh KPH Wiroyudo. Beliau didampingi oleh Bang Ferry bangsawan Melayu asal Jambi. Kini keduanya menjabat sebagai Paguyuban Masyarakat Adat Nusantara atau MATRA. Kiprah Matra cukup menonjol dalam bidang kebudayaan.
Berkali-kali membuat acara di Philipina, Malaysia, Singapura dan Indonesia. Mereka menjalin kerjasama dalam bidang budaya antara warga bangsa. Perjalanan lancar. Untung sekali panitia menyediakan transportasi dan akomodasi yang memadai. Semua sama-sama enak. Inilah keselarasan hidup.
Tiba di Bandara Kualalumpur pukul 15.00. Dijemput oleh KRTH Dato Seri Letchumanan. Beliau keturunan India yang cinta seni budaya. Pada tanggal 18-21 Pebruari ikut acara Gebyar Kebaya di Yogyakarta Indonesia. Sempat pula makan siang di dalam Harjowinatan, Hotel Rich dan Sleman Mall City. Suka bicara perubahan sosial budaya.
Pemandangan umum masuk di wilayah Malaka pasti banyak TKI dan TKW. Teman sebelah bicara dengan gagrag Ngapak. Mbak-mbak dari Kabupaten Banyumas ini lebih dari 50 orang. Mereka bekerja di negara Jiran. Namanya adu nasib. Semoga berhasil sejahtera. Dengan cek paspor dokumentasi lancar sekali. Tak ada kesulitan. Suasana lapar segera dihidangkan nasi kaudar. Berasnya dari India. Rasa gurih, dengan lauk udang telor. Enak banget.
Istirahat di kantin bandara kira-kira 1 jam. Dilanjutkan dengan perjalanan menuju Hotel Istana Kualalumpur. Dari bandara menuju kota memerlukan waktu sekitar 1 jam. Untuk mengisi suasana lantas kidungan lantunan gendhing dhandhanggula, kinanthi, pangkur dan sinom.
Saat masuk kota terdengar lagu dolanan mari kangen. Sampailah di tempat penginapan. Tempatnya lumayan luas. Dalam kamar bersama dengan Kanjeng Raden Tumenggung Haryo Datuk Seri Letchumanan Hadiamijoyo. Beliau keturunan India yang ramah, baik hati. Bekerja sebagai pimpinan bagian Bandara Kualalumpur. Profesi yang cukup bergengsi. Di sana beliau membawahi 96 orang.
Suguhan gethuk pisang made in Kediri, kripik ceker, lanting dan bakpia menjadi teman sepi. Makanan khas Yogyakarta ini enak juga untuk cemilan. Sambil ngrahapi klethikan, kami berdiskusi beragam tema. Mulai dari politik, agama dan budaya. Kami berdua berbeda. Kami Isla, sedang datuk beragama Hindu. Tapi cocok rembugan. Nikmat sekali kami bertukar pikiran. Acara Jumat 13 Maret pukul 21.00 diteruskan dengan diskusi ringan di ruang tunggu. Di sana berkumandang lantunan lagu yang merdu.
Rapat berlangsung dengan penuh rasa nostalgia. Warga Malaysia begitu mengenal sejarah tanah Jawa. Meliputi kerajaan Singasari, Majapahit, Demak, Pajang, Mataram, Surakarta dan Yogyakarta. Entahlah daya tarik apa yang membuat mereka cinta dengan budaya Jawa. Bersamaan dengan itu, terdapat sebuah keluarga yang sedang merayakan HUT. Mirip di Indonesia pesta HUT itu juga diisi dengan nyanyi-nyanyi.
Sekedar perbandingan dengan Jakarta – Kualalumpur. DKI Jakarta tentu lebih ramai. Di bawah kepemimpinan Mas Gubernur Anies Baswedan, kota Jakarta berbenah. Maju kotanya, bahagia warganya. Semboyan itu dihayati benar oleh Mas Anies Rasyid Baswedan. Beliau pemimpin yang cerdas, tangkas, kalem, cekatan dan santun. Kepemimpinan sudah terlihat sejak kecil. Saat kuliah di Fakultas Ekonomi UGM pernah melontarkan pujian atas manajemen Malaysia. Mas Anies Baswedan pernah memimpin Senat Mahasiswa UGM. Sekarang ilmunya diterapkan buat mengabdi pada bangsa.
Kota Kualalumpur tampak tenang, dengan gedung-gedung yang menjulang. Sekitar penginapan utama terlihat menara kembar Malaysia yang dibangun oleh Perdana Menteri Malaysia. Keberhasilan Malaysia dalam pembangunan terbukti dengan banyaknya orang Indonesia yang menjadi TKI dan TKW. Jutaan WNI mengadu nasib di Malaysia. Kabar gembira bahwa Perdana Menteri Muhyidin masih keturunan Jawa. Bapaknya keturunan Bugis, sedang ibunya dari keturunan Jawa. Kebaikan berbuah kemuliaan.
Sampai pukul 24.00 masih siap-siap acara budaya. Datuk Letchumanan mencoba baju adat Jawa gagrag Surakarta. Jarik, beskap, keris, blangkon, sabuk wala, sabuk epek, bros dikenakan untuk upacara gelar seni budaya di Surakarta. Tak lupa KRT Ferizal Suryo Wibowo bicara ringan sambil ngemil klethikan Jawa. Sekedar untuk menambah energi. Menjelang dini hari sepakat istirahat untuk memulihkan tenaga.
B. Pemandangan Kota Kualalumpur
Pagi harinya bertempat di halaman penginapan Istana sama sarapan pagi. Lauk telur, nasi putih dan lalapan mentimun. Itu saja sudah cukup untuk melakukan kegiatan. Tak lupa teh anget dan segelas air putih. Badan segar kembali.
Ada waktu luang. Jalan-jalan pagi. Gampang sekali. Trotoar lancar. Tak ada halangan sama sekali. Beda dengan jalan-jalan sepanjang Klaten, Semarang. Penuh dengan pedagang kaki lima. PKL berjajar-jajar di sepanjang jalan tidak pernah ditemukan di Kualalumpur. Sebetulnya kita rindu buat pejalan kaki yang tersedia trotoar yang lancar. Indah rapi dan sehat. Itulah cita-cita kota yang mulia. Juga tempat halte bus. Tradisi naik bus kota tampak enak. Keteraturan ini perlu ditiru.
Bila dipikir mendalam keadaan jalan yang serba teratur itu bikin bosan juga. Kehadiran PKL ternyata mendukung wisata. Beli minum gampang. Beli obat gampang, beli makanan gampang. Kualalumpur tidak menyediakan kebebasan orang jualan. Bakul-bakul dilokalisir. Mereka berjualan di tempat khusus. Betul teratur sekali. Cuma untuk diterapkan di Indonesia tentu mengejutkan dan menjemukan. Masing-masing ada kurang lebihnya.
Selama ini di tanah air sedang gencar membahas isu corona. Bupati, Walikota, Gubernur, Presiden, Rektor begitu gegap gempita. Isu besar dunia mempengaruhi perubahan interaksi dunia. Tapi sebetulnya keadaan biasa-biasa saja. Tidak ada yang perlu dicemaskan. Nyatanya kehidupan tetap dikerjakan. Bila dihitung korban masih banyak peristiwa tsunami, gempa dan banjir badang. Isu corona membuat orang amat kuatir. Sebaiknya tenang saja.
Pagelaran budaya masyarakat adat nusantara dan anugerah kehormatan dilaksanakan pada hari Sabtu, 14 Maret 2020. Tempatnya di hotel Istana Kualalumpur City Center. Busananya Jawa dan Melayu. Pakaian khas kebesaran Malaysia bersatu padu denga pakaian Jawa. Diplomasi budaya ini membuat suasana gembira. Dimulai dengan penyerahan anugerah kehormatan. Satu per satu maju ke depan. Wajah mereka berseri-seri.
C. Alunan Tembang Ilir-ilir
Sempat pula dilantunkan iringan gendhing Ketawang Ibu Pertiwi laras pelog pathet nem. Terdengar pula Ketawang Suba Kastawa, suluk pathet sanga, lagu Ilir-ilir, witing klapa. Suasana pun menjadi lebih regeng. Gamelan musik khas Minangkabau pun terdengar. Ini menjadi tanda bersatunya ragam kebudayaan. Pada tingkat individual budaya bisa menyatu dengan mudah.
Malam syukuran berlangsung dengan table manner. Tari-tarian Jawa bergerak dengan iringan kaset gamelan baru. Agak asing, karena berbeda dengan suara gamelan dan campursari. Tidak jadi apa. Tempatnya di Kualalumpur bolehlah. Lantas dilanjutkan dengan pidato sambutan. Mulai dari tokoh, panitia, wakil kerajaan Pagaruyung dan pelaku budaya Jawa.
Selingan lainnya yaitu tari dengan gerakan Melayu Minangkabau. Dari tim Jawa yang memberi lagu yakni tembang sepur kluthuk, laras pelog, serta numpak sepur, witing klapa dan lagu pucung yang dikutip dari Serat Wedhatama. Rupa-rupanya saijan sederhana cukup berkenan di mata sponsor. Malah permintaan lagu rek ayo rek Surabaya juga bisa dinyanyikan dengan begitu mempesona.
Seperti biasa suguhan beraneka ragam disajikan. Mulai dari roti, buah, minum dan nasi, mie goreng. Tak lupa potret bersama tanda suka gembira. Mereka puas gembira. Sampai saat bubur, mereka tetap cakap-cakapan. Kalau bisa acara diulangi dengan format yang lebih besar dan sempurna. Nanti dirancang acara yang lebih lengkap. Energi yang terkuras membuat tim mengajak pergi untuk kuliner. Pada waktu dini hari sekitar pukul 01.30 mencari nasi goreng dan teh hangat.
Awil Bin Kamsari DK Nurul Azna Ak AKIM
No. 103 Jln. Donald Tmn Seroja Fasa 3 KG. Likas
98450 Kota Kinabalu
Sabah Malaysia
+6013-8515137
Nama di atas rekan baru yang penting. Minggu 15 Maret berkumpul untuk sarapan pagi. Bertemu dengan Lt Muda Maritim (B) Awil Bin Kamsari. Beliau merupakan penolong pegawai pembangunan daerah. Pejabat daerah Tuaran Bangunan Urusetia Peti Surat 207, 89208 Tuaran Sabah Malaysia Hp. 6013-8515137 tel 088788511, 788518, 788359, email [email protected]. Selama 1½ jam diskusi telah menghasilkan kesempurnaan pemikiran yang handal.
Jadwal dilanjutkan pukul 14.00 yaitu Sost Zorchkl Majlis. kegiatan ini berada di Petaling Jaya. Tamu VVIP duduk di depan. Hadirin berdiri. Dilanjutkan dengan taburan bintang. Drumband berkumandang ramai sekali. Penabuh tambur 3 orang. Ketipung 1 orang. Jedor 2 orang. Kecer 2 orang. Bermain di panggung. Persembahan ini berlangsung 20 menit. Cukup untuk hiburan.
Datuk Ismail Ibrahim memberi sambutan, Pengajar Emetas Academy. Beliau ahli motivasi. Lantas Dato Seri Hj Dzuking, Presiden Emetas Academy. Pidato beliau berapi-api, semangat dan membakar tekad kuat. Penasihat Corperate YBHG Dato Seri Dr. Azman Ching. Beliau juga punya motivasi tinggi, itulah gaya YBHG Dato Seri Dr. Azman Ching.
Orasi penasihat korporate ini cukup memukau. Beliau langsung turun panggung. Bicara di tengah-tengah pemirsa. Gagasan beliau sangat menarik. Ceramah beliau tentang hubungan harmonis suami istri sukses dan bahagia. Dilanjut acara Happy Birthday to Dato Seri Ags Dzulking dan Datin Seri Shedy.
Ulang tahun pasangan suami istri ini dengan potong kue tart. Suasana riang gembira. Tepuk tangan gemuruh. Petaling jaya mirip dengan Seturan Sleman. Petaling Jaya masuk wilayah Selangor Darul Ekhsan. Jarak tempuh kira-kira 30 menit. Lewat jalan tol yang melancarkan perjalanan. Apalagi bayarnya denga kode nomor mobil. Tidak perlu antri lama.
Minggu, 15 Maret pukul 16.00 sore dilanjutkan dengan mengamati pusat bisnis di jalan Bukit Bintang. Mirip dengan jalan Malioboro. Bedanya penjual masih ramai Malioboro. PKL di jalan Bintang tidak begitu banyak. Ada pengemis dan jasa pijat. Berjajar-jajar di pinggir jalan. Bukit Bintang saat ini boleh dikatakan tidak begitu ramai.
Gara-gara isu virus corona. Hampir semua jadi sepi. Toko-toko sepi pengunjung, warung-warung jadi lengang. Nasib sedang kurang mujur. Semoga lekas pulih kembali, supaya normal. Pengamen dan pengemis juga dapat dijumpai. Layaknya kota-kota di Indonesia, para gelandangan bertebaran di pusat-pusat keramaian. Ini hal wajar. Tidak perlu dibuat persoalan serius.
Kira-kira pukul 21.00 malam diajak Datuk Yusuf di Komplek kuliner Indonesia. Ada rawon, pecel, rujak, gule, soto dan klapa degan. Penjualnya rata-rata orang Indonesia. Di sini menjadi ajang temu kangen orang Indonesia yang merantau. Persoalan yang muncul dibicarakan secara kekeluargaan. Kompleks kedai Indonesia tentu saja bersuasana Indonesia. Pekerja dari Jawa, Sumatra, Madura, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan, Maluku dan Sulawesi. Tak ketinggalan dari Papua juga bisa jumpa.
Kegiatan hari Senin, 16 Maret 2020, persiapan untuk menuju tanah air. Dari penginapan Istana menuju bandara. Berangkat pukul 8 pagi. Naik grab dengan ongkos 72 Ringgit. Sepanjang jalan terlihat perubahan kota Kualalumpur dari masa ke masa. Sopir Grab lancar bicara sejarah Malaysia. Lepas dari kota Kualalumpur tampak kebun kelapa sawit, bukit dan rawa-rawa.
Langit pagi itu cerah sekali. Jalannya cukup lancar. Jarak tempuh sekitar 45 menit. Tiba di Bandara siap dijemput oleh Datuk Letschumanan. Minum teh hangat. Lalu mengurus administrasi bandara. Sambil menunggu, telah hadir teman dari Manisrengga, sepasang suami istri. Keduanya bekerja di Malaysia. Mereka ingin pulang kampung. Sambil duduk mereka berbicara banyak tentang lancarnya cari duit di Malaysia. Kerja di Malaysia mudah untuk mendatangkan uang.
Hasil kerja mereka gunakan untuk beli sawah, lembu, dan tanaman. Harapan ke depan pulang tanah air dengan modal yang cukup. Suami istri ini memang gemi, nastiti, ati-ati. Masa depan disambut dengan kerja keras. Hasilnya adalah kehidupan yang lebih gemilang.
D. Tembang Tolak Balak Corona
1. Waspada Corona
Waspada corona di mana saja berada.
Mari jaga kebersihan di lingkungan.
Corona virus dahsyat tak terlihat.
Virus yang menyebar menjadi wabah menular
Pemerintah cermat demi melindungi rakyat.
Presiden Menteri Rektor Gubernur Bupati.
Usaha kebajikan diperoleh keslamatan.
Saatnya gotong royong sesama tolong menolong
Tafsir penjelasan makna.
Lagu Waspada Corona ini memberi nasehat pada setiap orang agar selalu menjaga keselamatan diri, keluarga dan lingkungan. Caranya dengan membiasakan hidup bersih dan sehat. Sebaiknya dihindari kerumunan yang berjumlah banyak orang. Jaga jarak dilakukan untuk mencegah penularan. Dengan demikian keselamatan dapat diwujudkan secara bersama-sama.
2. Aman dari Corona
Dari dulu dalam mencegah corona.
Paling sulit mengukur wabah yang rumit.
Yang sengsara yang bahagia.
Bimbang ragu berganti sepanjang waktu.
Sikap waswas adanya di hati cemas.
Malam hari malam yang diganggu mimpi.
Yang corona, yang bahaya.
Apalagi yang sedang keliru baca.
Malam siang (malam minggu) buat yang riang ( cocok).
Sore pagi bersenang hati (ketawa).
Anak muda orang yang tua (gembira).
Buat makan yang penting ada camilan.
Kerja sama paling utama (tetangga).
Biar aman yang penting jalan.
Guyup rukun (selalu) mari bersatu. (bekerja)
Darma bakti jiwa hidup yang berseri.
Bersahaja kita mencegah corona.
Keluarg a lingkungan tolong menolong.
Tidak sombong tidak bohong.
Hidup sehat, badan kuat kerja giat.
Tafsir penjelasan makna. Masyarakat bekerja dengan sukarela untuk mencegah bahaya covid-19. Mereka bahu membahu, kerjasama dalam mewujudkan lingkungan yang bersih dan sehat. Protokol kesehatan dilaksanakan dengan tertib. Dengan harapan pagebluk atau wabah yang sedang melanda dunia ini akan segera reda. Kebersihan, ketertiban dan keamanan masyarakat menjadi tanggung jawab bersama
3. Selamatkan dari Corona
Hindarilah bahaya corona.
usahakan selalu hidup bersih.
jaga jiwa raga keluarga.
tertib olahraga aturlah pola makan.
istirahat bisa bikin sehat.
ketertiban dalam pergaulan.
aman tentram aman lahir dan batin.
selamat dari corona.
Tafsir penjelasan makna
Lingkungan sekitar perlu dijaga kebersihannya. Masing-masing warga masyarakat wajib menjaga keselamatan kehidupan bersama. Wabah korona yang sedang melanda diberbagai belahan dunia perlu diwaspadai terus menerus. Kita semua berkewajiban untuk menyelamatkan kehidupan ini dari wabah korona. Sikap hati-hati mutlak dilakukan oleh setiap orang.
Resmi penanganan wabah corona terjadi pada tanggal 17 Maret 2020. Orang disuruh kerja dari rumah. Suasana tegang. Jalan jalan lengang. Berita corona muncul di media sosial. Semua jadi panik. Hidup tidak normal.
Awal tahun 2021 pelan pelan orang lupa corona. Bahaya Covid 19 mereda. Tapi mulai bulan April 2021 kambuh lagi. Pengamanan ketat. Pintu gang ditutup palang. Gaduh dan panik terjadi di mana mana. Sampai bulan September 2021 keadaan tetap bikin cemas.
Berita gembira saat bulan Oktober 2021 tiba. Hidup berangsur angsur pulih. Bagya mulya dan atur suka sukur. Dunia semoga makin terang benderang. Surya madhangi jagad. Marbabak bang sumirat.
(LM-01)

Tinggalkan Balasan