Liputan KOLOM

Pak Jokowi Dan Kepemimpinan Masyarakat Desa

Ditulis oleh Liputan68 pada 26 Oktober 2020 ⏱️ 2 Menit Baca

Oleh: Dr. Purwadi, M.Hum.

(Ketua Lembaga Olah Kajian Nusantara – LOKANTARA. Hp 087864404347)

A. Sengkut Gumregut Ngayahi Kewajiban.

Lingkungan pedesaan mewarnai kehidupan Pak Joko Widodo atau Jokowi. Wilayah Surakarta merupakan kawasan yang indah permai. Gunung, sungai, sawah, kebun, ternak, seni tradisional merupakan ciri khas masyarakat desa.

Jago kluruk rame kapyarsi, lawa kalong luru pandhelikan. Pagi-pagi benar sebelum ayam jantan berkokok, orang desa sudah bangun tidur. Menurut keyakinan mereka rejeki seseorang akan diambil oleh ayam bila bangun tidur kesiangan. Tugas sehari-hari sudah menunggu untuk diselesaikan sesuai dengan profesinya masing -masing. Mereka sengkut gumregut.

Ujare mbok bakul sinambi woro merupakan tanda perniagaan yang tumbuh di sekitar wilayah desa. Para mbok-mbok bakul mempersiapkan dagangannya di pasar -pasar.

Hasil bumi yang berupa beras, jagung, ketela, sayuran dan buah-buahan di gelar di pasar untuk dipertemukan kepada konsumen. Mereka berjalan menuju ke pasar dengan membawa barang- barang dagangan itu dengan cara dipikul, digendong dengan diterangi obor.

Masa kecil Pak Jokowi akrab dengan lingkungan pasar tradisional. Perdagangan tradisional berlangsung pada hari pasaran, yakni Pon, Wage, Kliwon, Legi dan Pahing. Tawar- menawar antara pedagang dan pembeli boleh jadi sangat alot, sehingga merupakan suatu seni tersendiri dalam transaksi perdagangan.

Sistem pedagang bakulan itu merupakan soko guru perekonomian desa. Pak Jokowi yang lahir pada tanggal 21 Juni 1961 ini telah menjadi pelaku ekonomi yang mumpuni.

Jago Kluruk.

Ing wayah esuk, jagone kluruk.
Rame swarane pating kemruyuk.
Wadhuh senenge sedulur tani.
Bebarengan padha nandur pari.

Srengenge nyunar ngulon parane.
Manuke ngoceh ana wit- witan. Pating cemruwit seneng atine. Tambah asri donya saisine.

Lagu jago Kluruk itu mengandung tafsir penjelasan makna. Alam pedesaan dengan suara jago kluruk bersahut -sahutan. Para petani berangkat ke sawah dengan paculnya. Mereka menanam padi demi ketahanan pangan. Murah sandang, murah pangan. Suara burung yang menyambut membuat dunia ini semakin tampak asri.

Contohnya adalah Umbul Cakra dan Pengging. Keduanya mengairi persawahan sekitar gunung Merapi dan gunung Merbabu. Airnya mengalir sampai Selat Madura. Keindahan alam ini perlu dijaga kelestariannya.

Sementara itu kegiatan Pak Tani sudah dimulai dengan mengasah sabit dan membetulkan cangkul. Pak Tani berangkat ke sawah tanpa alas kaki dan siap mengolah lahannya. Antar pemilik sawah suka bekerja sama dengan tidak mengharapkan imbalan. Sambil macul mereka juga menyabit rumput untuk pakan ternak. Seolah- olah pakan ternak itu adalah oleh-oleh untuk raja kaya mereka yang menunggu di rumah.

Kesadaran Pak Jokowi tentang pertanian diasah oleh lingkungan agraris. Sawah, gunung, sungai, ternak dan tanaman berpengaruh atas wawasan seseorang. Sikap Pak Jokowi diperkaya dengan lingkungan yang subur, gemah ripah loh jinawi.

Pekerjaan petani yang dekat dengan tanah, air dan udara yang sangat segar membuat hidup menjadi tenang, tentram, seimbang, dan alami. Tidak jarang di antara petani itu suka rengeng-rengeng, berdendang tembang dan lagu daerah dengan santai. Orientasi mereka bukan hasil kuantitatif tetapi proses kualitatif. Sikap beringas, keras, cemburu dan iri sukar berkembang. Masing- masing pihak tahu diri dan sadar hak dan kewajibannya.

Sumbangsih

Adhuh lae kakang karepmu piye.
dak jaluk sumbangsihmu wae.
wujude apa prasajakna.
ja ketungkul rina wengi wedhak pupur.
kewajiban apa kang kudu dak sangkul.
amomong putra nata bale wisma.
e tobil kakang iku nyata kewajibanku.

Syair tembang sumbangsih itu karya Ki Nartosabdo. Cocok benar dengan keselarasan pasangan suami istri. Bu Tani yang bertugas di rumah tak kalah sibuknya. Memasak, mencuci dan membereskan pekerjaan rumah tangga adalah kewajiban pokoknya. Pantangan bagi Bu Tani adalah bila genthong kosong dan kendhi tak berisi. Maka harus hati hati betul.

Genthong dan kendhi merupakan simbol wadah rejeki. Kalau genthong kendhi hampa, akan ditafsirkan keluarga petani itu akan lamban dan lambat dalam memperoleh rejeki. Selain itu wadah yang kering juga membuat suasana panas yang memudahkan hari untuk marah. Prinsip Bu Tani terhadap kedudukan suami adalah suwarga nunut neraka katut, yaitu suami yang jaya akan sekaligus meningkatkan kejayaan istri. Sebaliknya suami yang jatuh, maka istri pun pasti juga merasakan kesengsaraan. Bu Iriana sebagai istri Pak Jokowi paham benar dengan tugas kewanitaan.

Pendidikan budi pekerti luhur diwariskan oleh orang tua Pak Jokowi. Beliau bernama Bapak Widjiatno Notomihardjo dan Ibu Sudjiatni Notomihardjo. Adapun tugas anak -anak adalah mikul dhuwur mendhem jero nama baik kedua orang tuanya. Maksudnya si anak itu harus mau menjunjung tinggi harkat dan martabat ayah ibu. Orang desa mengatakan anak polah bapa kepradah. Artinya bahwa tingkah laku anak senantiasa membawa nama orang tua. Kebesaran orang tua bisa tercemar karena anaknya yang urakan dan melanggar peraturan. Kudu eling lan waspada.

Leluhur Pak Jokowi yang tinggal di Gumukrejo, Girinoto, Ngemplak, Boyolali ini memang dekat dengan nilai kearifan lokal. Mereka berpegang teguh pada konsep tuntunan tontonan tatanan. Pembagian kerja di wilayah pedesaan itu sudah berlaku turun-temurun. Konflik jarang terjadi karena masing-masing pihak sudah faham terhadap hak dan kewajibannya masing- masing. Sepi ing pamrih, rame ing gawe.

B. Memahami Masyarakat Desa.

Witing klapa jawata ing ngarcapada. Salugune wong wanita. Dhasar nyata kula sampun njajah praja. Ing Ngayogya Surakarta.

Desa mawa cara, negara mawa tata. Dari wilayah Surakarta Pak Jokowi meresapi lingkungan luhur pedesaan. Menghadap ke barat tampak gunung Merapi dan gunung Merbabu. Kedua gunung ini ibarat gunung kembar. Menghadap ke timur tampak gunung Lawu menjulang tinggi, dengan aura magis.

Wilayah utara dari Surakarta akan berjumpa dengan gunung Kendheng. Wilayah selatan dari Surakarta akan berjumpa dengan gunung Sewu. Kanan kiri berjajar-jajar mengikuti aliran Bengawan Solo.

Kehidupan sosio kultural pedesaan memiliki ciri-ciri yang khas. Negeri kita punya pengalaman mengelola masyarakat yang tinggal di kawasan pedesaan.

1) Jiwa Guyub Rukun.

Rasa kebersamaan masyarakat desa diwujudkan dalam bentuk kerja bakti, gotong-royong, gugur gunung, sambatan, jagongan dan rewang.

Guyub rukun sangat diutamakan. Apabila ada tetangga punya hajat, tanpa diundang pun tetangga yang lain bersedia dan siap membantu. Inilah urip bebrayan.

2). Murih Raketing Memitran.

Dalam lingkungan masa kecil Pak Jokowi dididik untuk selalu menjalin persahabatan. Rasa kemitraan orang desa terdapat pada anggapan siapa saja yang datang dianggap sebagai saudara. Ber bandha ber bandhu. Saudara itu modal kerja.

Bahkan pada umumnya tiap desa mempunyai anggaran khusus untuk menjamu tamu. Para pekerja rantau dan pengamen yang menginap mendapat jaminan hidup dari Pak Lurah secara wajar. Pepundhen kang pinundhi pindha pusaka.

3) Mengutamakan Unggah Ungguh.

Sifat kerakyatan diperoleh Pak Jokowi dari alam pedesaan. Etika kesopanan orang desa terwujud dalam istilah unggah -ungguh, tata krama, tata susila, basu krama, suba sita, etika dan sopan santun.

Tata susila harus diutamakan agar orang dapat diterima dalam pergaulan sosial secara wajar. Semakin halus budi pekerti seseorang maka akan mendapat simpati lebih tinggi. Orang desa cenderung untuk menggunakan bahasa halus bila berhadapan dengan orang yang dihormati. Samad sinamadan tumraping agesang.

4) Ahli Pranata Mangsa.

Kawasan Surakarta banyak yang ahli tentang pranata mangsa. Di balik keluguannya ternyata orang desa sangat paham terhadap pergantian musim (pranata mangsa), Mereka mengerti sekali soal pergantian musim terutama berkaitan dengan masa tanam, dan masa panen (musim hujan, kemarau, labuh, mareng). Pranata mangsa menjadi paugeran bagi para among tani. Pak Jokowi menggunakan para sesepuh untuk memahami seluk beluk alam.

5) Agama Ageming Aji.

Agama ageming aji, konsep keselarasan beragama yang kerap dihayati oleh Pak Jokowi. Sistem kepercayaan orang desa selalu berhubungan dengan agenda tindakannya. Semua hajatan penting mesti dicarikan hari pasaran yang baik. Tidak sembarang hari digunakan untuk perhelatan.

Begitu religiusnya, maka di daerah pedesaan itu banyak dijumpai upacara tradisional yang berhubungan dengan sistem kepercayaan yang diwariskan dari generasi ke generasi secara turun tumurun.

6) Sikap Mulat Sarira Hangrasa Wani.

Mulat sarira hangrasa wani dihayati Pak Jokowi lewat sastra piwulang. Di pedesaan orang bertempat tinggal dengan derajat kerenggangan yang cukup jauh.

Jarak yang lebar itu dimaksudkan agar tidak terjadi persinggungan kepentingan. Dampaknya pada perilaku adalah sikap toleransi. Segala kejadian di luar dirinya dibiarkan saja berjalan secara alami. Orang mudah untuk memaafkan kesalahan pihak lain. Bahkan ada kecenderungan kuat untuk menutup-nutupi kesalahan pemimpinnya. Korupsi yang dilakukan sang pemimipin kadang-kadang dipahami sebagai uang lelah raja.

7) Sikap Ber Budi Bawa Laksana.

Ber budi bawa leksana merupakan ajaran kepemimpinan yang membentuk kepribadian Pak Jokowi. Ketika berhadapan dengan pemimpin, orang desa bertata sikap ngapurancang, yaitu tangan hikmat sebagai tanda hormat.

Penghormatan kepada pemimpin dilakukan sebagai kewajiban supaya mendapat berkah ketentraman karena keselarasan hidup dapat diperoleh hanya dengan berlaku harmonis dengan lingkungan dan pamong praja.

Tiap ada upacara desa, para pemuda tanpa diperintah akan berbondong -bondong untuk menyumbangkan tenaga. Kalau seorang pemuda desa hendak merantau terlebih dahulu dia akan sowan, minta doa kepada pemimpinnya. Mereka belum merasa lega sebelum menghadap pemimpin yang dianggap sebagai sesepuh, yang bisa memberi pituduh.

8) Sikap Andhap Asor.

Andhap asor wani ngalah luhur wekasane. Ajaran moral ini kerap diperoleh Pak Jokowi lewat berkumandangnya lagu mijil.

Sikap pasrah orang desa sangat menguntungkan. Mereka tidak pernah menuntut macam- macam kepada pemerintah. Hampir secara penuh orang desa menyerahkan kedaulatannya kepada pemimpin. Bagi mereka pemimpin adalah orang yang dapat menjamin keamanan dan ketentraman. Bila ketentraman dan keamanan sudah mereka dapatkan, maka mereka tidak akan menuntut lebih.

Sebenarnya sikap sabar nrima, pasrah sumarah, itu sudah lama berlangsungnya. Masyarakat kota yang modern mungkin heran mengapa orang desa bersikap seperti itu. Keadaan yang kurang menguntungkan secara ekonomi tidak dirasakan oleh orang yang desa sebagai malapetaka. Maka perlu wilujengan.

9) Pagelaran Seni Edi Peni.

Kehadiran seni dalam rangka memperhalus rasa. Seni edi peni budaya adi luhung menjadi penghias kehidupan rakyat desa. Salah satu penyebab orang desa mudah mengendalikan emosinya adalah karena cinta pada seni halus. Seni halus yang dimaksud adalah kethoprak dan wayang. Keduanya boleh di kata relatif halus daripada seni lainnya. yang hanya mengutamakan kesemarakan lahiriah.

Di pelosok pedesan orang akan betah duduk bersila semalam suntuk saat menonton pertunjukan wayang purwa. Adegan demi adegan mereka ikuti dengan serius untuk mendapat pencerahan batin. Wayang seolah-olah merupakan bumbu rohani masyarakat desa.

Berbeda dengan pentas seni lainnya seperti jathilan, tayuban, ledhek, dan ronggeng, sulit kiranya pertunjukan wayang akan menimbulkan kerusuhan. Suguhan pentas wayang purwa yang adiluhung tidak mendorong pemirsanya untuk bertindak beringas, kasar dan brutal. Bagi Pak Jokowi inilah arti penting hadirnya pendekatan budaya.

10) Kelestarian Lingkungan.

Lingkungan hidup harus dijaga. Begitu dekatnya dengan alam orang desa menyebut matahari dengan Sang Hyang Surya, bulan disebut Sang Hyang Candra, dan angin disebut Sang Hyang Bayu. Semua penyebutan itu bersifat penghormatan.

Kalau ada gerhana matahari atau bulan, orang desa mengira bahwa matahari atau bulan itu dimakan oleh raksasa. Semua orang lantas melakukan kothekan dengan memukul lesung dan kenthongan dengan maksud agar raksasa itu segara melepaskan matahari dari mulutnya.

Sebagian besar orang desa mata pencaharianya adalah bercocok tanam, yang selalu berkaitan dengan tanah. Tanah dalam bahasa krama adalah siti dengan akronim isine bulu bekti. Banyak upacara tradisional yang bertujuan untuk menghormati tanah. Contohnya upacara babak bumi.

Kedekatan pada alam ini merasuk benar dalam sanubari Pak Jokowi. Keyakinan ini menjadi bekal untuk bertindak secara tepat cepat bermanfaat selamat.

C. Pola Kepemimpinan Gagrag Karang Padesan.

Tata praja dan tata susila sudah berlangsung lama di wilayah Surakarta. Pak Jokowi mendapat pelajaran sejarah, budaya, bahaya yang berhubungan dengan sistem pengelolaan masyarakat desa.

Masyarakat desa sejak zaman dahulu telah mengenal pembagian kerja. Para pemimpin desa disebut pamong praja. Pamong artinya orang yang ngemong, yang maknanya membina dan merawat. Praja artinya pemerintahan. Jadi pamong praja adalah orang yang merawat desa atau melakukan jalannya pemerintahan.

Anggota pamong praja desa adalah Pak Lurah, Carik, Pak Kamituwa, Pak Modin, Pak Kabayan, Pak Jagabaya dan Pak Jagatirta. Kepemimpinan gagrag karang padesan ini berlangsung dengan aman damai ayem tentrem.

1) Lurah.

Pemimpin rakyat di desa yang tertinggi adalah Pak Lurah. Tingkah laku dan perbuatan Lurah menjadi panutan seluruh warga desa. Rakyat desa menghormati Lurah itu sebagai orang tua, sesepuh dan pepundhen. Setiap ada sengketa antar warga, larinya kepada Pak Lurah. Segala permasalahan desa yang ruwet seperti pembagian warisan, persinggungan batas kepemilikan tanah, pertengkaran warga dan sebagainya pasti minta bantuan Pak Lurah untuk menyelesaikan. Kadang kala seorang Lurah diperlakukan sebagai orang bijak bestari yang tahu alam ghaib mirip dukun.

Kepemimpinan lurah menjadi acuan bagi Pak Jokowi. Kebetulan eyangnya pernah menjadi lurah di Kragan Karanganyar. Proses pemilihan Lurah yang sangat demokratis sekalipun, warna perdukunan masih kental. Jabatan Lurah di mata orang desa tidak lepas dari jatuhnya pulung, wahyu, ndaru dan wangsit. Bermacam- macam syarat supranatural yang mewarnai pilihan Lurah itu memang mengundang beragam persepsi. Namun bagaimana pun juga, jago yang punya kualitas kepribadian, pekerja profesional, penolong dan luhur budinya saja yang membatu untuk jadi atau gagalnya seorang calon.

Gaya kepemimpinan lurah dianggap Pak Jokowi cocok untuk masyarakat pedesaan. Warga desa yang telah merantau kalau kembali mudik pasti sowan kepada Pak Lurah dahulu. Mereka mengucapkan rasa terima kasih atas bimbingan dan doa restu kepada Pak Lurah. Keluarga yang ditinggal senantiasa diperhatikan oleh Pak Lurah. Bila ada kejadian yang mengharukan, seperti kecelakaan dan kematian maka Pak Lurah dan istrinya tak segan- segan mengulurkan bantuannya. Pak Lurah sebagai figur sentral desa memang seharusnya ngayomi dan ngayemi semua warganya tanpa pandang bulu.

2) Carik.

Kegiatan tulis menulis administrasi desa diamati oleh Pak Jokowi. Tugas ini dilakukan oleh seorang carik. Carik dalam sehari-hari berhubungan dengan dokumentasi dan administrasi desa. Dalam birokrasi modern fungsinya sama dengan sekretaris. Maka Carik disebut juga sebagai sekretaris desa. Catatan kelahiran, kematian, perkawinan, pindahan penduduk, akte tanah dan pekerjaan tulis-menulis lainnya, merupakan sarana pengabdian carik. Bersama- sama dengan Lurah, Carik dengan teliti membuat arsip kemajuan desa.

Pak Carik bekerja dengan penuh ketelitian. Pak Jokowi mendapat pengetahuan banyak dari tugas sekretaris desa. Kedudukan Carik di mata masyarakat desa sangat terhormat. Kalau ada suatu hal yang penting yang bersifat formal administratif Carik menjadi tempat rujukan. Carik sangat berjasa dalam administrasi sistem pemerintahan desa.

3) Kamituwa.

Unsur kepemimpinan desa juga kerap dengan pengamatan Pak Jokowi saat kecil. Pak Kamituwa disebut juga dhukuh. Dhukuh adalah kepala suatu pedhukuhan yang berada di bawah Pak Lurah. Satu desa biasanya terdiri dari 8 – 15 pedhukuhan. Tugas Pak Kamituwa atau dhukuh adalah membantu Pak Lurah di wilayahnya dalam menjalankan roda pemerintahan.

Gambaran tentang kehidupan petani pernah dicontohkan oleh Ki Ageng Kebo Kenanga. Tokoh Pengging ini begitu berwibawa. Biasanya Pak Kamituwa atau dhukuh sangat akrab dengan warga. Tiap kali ada upacara adat desa, Pak Kamituwa bertindak sebagai pemimpinnya. Mengingat letak geografisnya yang berdekatan dengan penduduk, maka Pak Kamituwa merupakan tempat keluh-kesah warga yang pertama. Jika Pak Kamituwa tidak bisa menyelesaikan persoalan tersebut, barulah persoalan dibawa kepada Pak Lurah.

Penghasilan Pak Kamituwa tidaklah besar, sehingga banyak mendapat simpati dari warga. Kalau ada yang panen hasil bumi, dengan sukarela warga memberi pisungsung ala kadarnya.

4) Modin.

Pembagian tugas dalam pemerintahan desa cukup berarti bagi Pak Jokowi. Urusan peribadatan, keagamaan, pernikahan, peringatan kematian, dan lain -lain selalu melibatkan Pak Modin. Oleh karena itu Pak Modin harus memiliki kecakapan khusus dalam keagamaan yang tidak bisa dilakukan sembarang orang.

Asal kata modin adalah dari bahasa Arab, qoyimudin, imamudin yang artinya penegak atau pemimpin agama. Kata qoyimuddin oleh lidah orang desa dipenggal menjadi qoyim atau mudin. Di beberapa daerah sering disebut dengan Pak Qoyim tetapi lebih lazimnya dipanggil Pak Modin. Namun ada juga yang mengatakan bahwa Pak Modin berasal dari kata muadzin yang artinya juru adzan di masjid.

Kebanyakan kedudukan Pak Modin dijabat oleh alumni pondok pesantren atau orang yang ahli agama. Setiap kali ada upacara kematian, Pak Modin akan memimpin prosesi memandikan, mengkafani, mengubur dan mendoakannya.

Wilujengan desa dipimpin oleh Pak Modin. Tugas ini tentu saja membutuhkan ketrampilan, ketabahan, ketangguhan, keikhlasan dan kesabaran.
Tugas berdoa sebaiknya diserahkan kepada ahlinya. Pak Jokowi memandang kedudukan mereka penting sekali. Orang desa kadang kala memposisikan Pak Modin sebagai orang linuwih yang mempunyai tenaga ghaib, sehingga sewaktu- waktu bisa dimintai pertolongan mirip dengan dukun.

Sesorah para sesepuh menjadi panduan hidup. Kalau ada warganya yang kesurupan, linglung, buntung dan sakit mereka akan meminta pertolongan dan kepada Pak Modin. Penyembuhan yang dilakukan oleh Pak Modin diyakini betul oleh orang desa.

Berhubung pekerjaan Pak Modin itu multifungsi, maka rejekinya juga banyu mili. Selalu mengalir meskipun kecil -kecilan. Berkat, yakni nasi tumpeng dan uang receh sebagai syarat suatu perhelatan kampung tiap hari datang di rumah Pak Modin. Anak-anak kecil dan tetangga kanan kiri biasanya akrab dengan Pak Modin, karena kecipratan kenikmatan.

Bekal hidup buat putra wayah. Anak-anak Pak Jokowi Bu Iriana memahami adat spiritual desa. Mas Gibran Rakabuming Raka, Mbak Kahiyang Ayu, Mas Kaesang Pengarep menjunjung tinggi adat ketimuran. Demikian pula sang menantu Mbak Selvi Ananda dan Mas Bobby Nasution juga hormat pada adat leluhur. Ajaran luhur ini diturunkan pada sang cucu Jan Ethes Srinarendra, Sedah Mirah Nasution, La Lembah Manah, Panembahan Al Nahyan Nasution.

Pak Modin biasanya tinggal di dekat masjid, surau, mushola atau langgar. Malahan Pak Modin sering mengajar mengaji di masjid. Pak Modin juga dianggab sebagai tokoh pendidik, sesepuh yang diminta untuk memberi sesorah.

5) Kabayan.

Pengamatan Pak Jokowi atas pemerintahan desa memang jeli sekali. Pengalaman ini memberi pelajaran yang berguna. Pak Kabayan atau disingkat menjadi Pak Bayan saja, tugasnya adalah bidang kehumasan, penerangan, informasi dan persuratan.

Wilayah pedesaan masalah surat -menyurat biasanya selalu lewat kelurahan. Pak Bayan itulah yang selalu mengantarkan surat kepada warga desa.

Di antara deretan pamong, Pak Bayan kemungkinan pejabat yang paling banyak berinteraksi dengan masyarakat bawah. Sehingga dia merupakan pelayan yang sangat akrab dan mudah bergaul. Kalau ada kerja bakti, Pak Bayan memberi tahu dengan cara berkeliling dari rumah ke rumah. Ada cara Bayan mengumpulkan rakyat yang sangat unik yaitu dengan cara memukul kenthongan. Dalam memukul kenthongan itu terdapat kekhasan tersendiri yakni ada jenis-jenis pukulan tanda kematian, tanda kebakaran, tanda kerja bakti dan acara-acara lainnya. Kenthongan yang baik terbuat dari pohon nangka agar bunyinya nyaring.

6) Jagabaya.

Kenthongan iku tandha rondha kampung. Sistem keamanan desa dilakukan dengan penuh kekeluargaan. Pak Jagabaya mempunyai tugas menjaga keamanan dan ketertiban desa. Bersama- sama dengan warga, jabagaya bertindak mirip dengan menteri pertahanan dan keamanan.

Ronda kampung dan siskamling biasanya di bawah koordinasi Pak Jagabaya. Kalau desa tidak aman, tentu Pak Jagabayanya yang kalang kabut. Sesuai dengan namanya, jaga berarti menjaga, baya berarti bahaya. Jadi Pak Jagabaya akan menjaga segala hal yang berkaitan dengan bahaya, misalnya pencurian, perampokan, pembunuhan, penculikan, dan lain- lain. Pak Jokowi memperoleh keutamaan dari sistem keamanan di wilayah pedesaan.

7). Jagatirta.

Air mengalir bidang penting bagi kehidupan. Leluhur Pak Jokowi yang tinggal di Gumukrejo Giriroto Ngemplak Boyolali terbiasa dengan aliran air dari Umbul Pengging.

Pengurus air diurus oleh paming. Jagatirta berasal dari kata jaga yang artinya menjaga dan tirta yang artinya air. Jagatirta dengan demikian artinya penjaga air. Maksudnya adalah penjaga dan pengatur distribusi saluran air untuk mengaliri persawahan.

Jagatirta berdarma dalam irigasi. Ada pepatah mengatakan bahwa adhem banyune panas gawene, yang berarti meskipun air itu terasa dingin, tetapi kalau salah urus akan membuat panas hati, yang berujung pada pertengkaran. Di sinilah Jagatirta berperan penting untuk kelancaran kehidupan para petani.

Toya perwita sari. Salah satu kebutuhan Pak Tani yang amat penting adalah air. Semua tanaman baik padi, palawija, pala kependhem, pala gumantung, dan sayuran, tentu perlu air. Air berfungsi ekonomi. Oleh karena itu Pak Jagatirta dituntut selalu berbuat adil dan bijak. Sistem irigasi yang sudah berjalan lama dari Umbul Pengging mendapat perhatian dari Pak Jokowi. Pengairan memang memperlancar usaha pertanian.

Ladrang milang kori.

Anjajah desa milang kori, kala mangsane pariwisata, wruh endahe alam nuswantara, keh kang adi luhung alas lan gunung gunung.

BACA JUGAMalu

Nadyan bangsa manca negara, padha gumum padha ngungun,
sesawangan anglam lami tan mboseni, kodrating Kawasa kaya tinata janma.

Sendhang megung trusing kedhung, sumber luber kebak warih, siwakan banyu blumbangan, kemricik banyune belik ngisor tlaga sumber toya, ketiga ngerak trus mili.

Senadyan pucuking gunung, akeh sawangan kang asri. Wisma- wisma pasanggrahan, kanggo ngleremake dhiri kebegan pariwisata, kembang-kembang angrenggani.

Taman-taman kembang gunung, dalane gasik waradin
tanem tuwuh angrembaka, bangkit pengolahing siti sagunging pariwisata, sengseme tanpa upami.

Ladrang milang kori laras slendro pathet sanga itu punya tafsir penjelasan makna. Bumi nusantara terkenal karena keindahan wisata. Hutan, laut dan gunung dikagumi oleh bangsa manca.

Sumber air mengalir untuk pertanian dan persawahan. Bunga- bunga di taman selalu endah asri. Semua perlu dijaga agar tetap lestari. Pariwisata mendatangkan devisa. Setiap upacara grebeg sekaten mbok -mbok dari Boyolali bakulan kembang di emperan Masjid Agung.

Dalam suasana pedesaan yang asri ini Pak Jokowi mendapat inspirasi kepemimpinan. Alam, lingkungan dan kebudayaan membentuk kepribadian yang utuh, sepuh, ampuh dan tangguh. Yakni budi pekerti luhur yang selalu andhap asor dan rendah hati pada sesama.

(M-01)

Ditulis oleh Liputan68

Jurnalis dan penulis berita di Liputan68.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Home Trending

Kategori Berita

Pencarian