oleh

Arungbinang Pemimpin Kabupaten Kebumen

Oleh: Dr Purwadi M.Hum

(Ketua Lembaga Olah Kajian Nusantara LOKANTARA Hp 087864404347)

A. Ahli Bangunan Karaton Surakarta.

Pakar tata kota Karaton Surakarta Hadiningrat berasal dari tlatah bang kulon. Leluhur Kabupaten Kebumen berperan dalam pindahan ibukota kerajaan Mataram. Dari Kartasura ke Surakarta pada tanggal 17 Sura 1745. Beliau adalah Tumenggung Honggowongso atau Adipati Arungbinang yang terkenal punya sifat bijak bestari.

Karaton Surakarta Hadiningrat hadir lengkap. Terjadi pada hari Rabu 20 Oktober 2021 jam 16 sore. Tampak rawuh GKR Wandansari, GKR Ayu Koes Indriyah, KPH Wirabhumi dan KGPH Mangkubumi Putra Mahkota Kraton Surakarta Hadiningrat. Beserta sentana dan abdi dalem. Dengan semangat tinggi untuk mengenang jasa Tumenggung Honggowongso. Kelak bergelar Adipati Arungbinang.

Segenap sentana, abdi dalem dan pangageng Karaton Surakarta Hadiningrat berkenan untuk memberi penghormatan pada tokoh Kebumen. Dengan seragam batik, udheng, blangkon melakukan puji pangastuti buat Swargi Tumenggung Honggowongso atau Adipati Arungbinang. Jasa dan perjuangan layak untuk dijadikan sebagai cermin kebajikan. Ilmu iku kelakone kanthi laku.

Letak pasareyan luhur Arungbinang berada di desa Kebejen kecamatan Kutowinangun Kabupaten Kebumen. Trah tumerah, run tumurun sami asung pakurmatan. Dengan tata cara baku miturut satataning paugeran. Itulah tradisi yang sudah mengakar di lubuk sanubari.

Sore itu langit cerah. Udara berhembus sumilir. Sendang Arum terletak di depan makam. Juru kunci siap siaga menyambut kedatangan tamu dari Karaton Surakarta Hadiningrat. GKR Wandansari, GKR Ayu Koes Indriyah, KGPH Mangkubumi dan KPH Wirabumi memimpin rombongan pada hari Rabu, 20 Oktober 2021. Bumi Kebumen seolah olah mendapat emas sumawur ing jagad.

Sejak tanggal 19 Oktober 2021 persiapan sudah terjadi. Bermarkas di wilayah Wero Gombong suasana cukup meriah. Jajan pasar mbanyu mili. Ibu Maryono memberi suguhan. Pancaran priyayi ingkang ngugemi wulangan wejangan wedharan.

Sigrak gumyak diskusi dengan beragam tema sampai larut malam. Terlebih dulu KRAT Khamim Kusumo Hadinagoro tedhak ke lokasi. Bersama dengan juru kunci mempersiapkan uba rampe. Agar tata cara berjalan gancar lancar. Keluarga Trah Adipati Arungbinang siaga ing gati, sawega ing dhiri.

Suara burung berkicau seolah olah menambah rasa damai. Pepohonan alam sekitar Pajimatan Arungbinang memang asri indah permai. Pelataran tertata tertib bersih. Perawatan Pasareyan dilakukan oleh petugas dengan sepenuh hati. Bukti darma bakti buat keluhuran sejarah Kebumen. Warisan historis yang perlu lestari.

Arungbinang punya kontribusi besar dalam peradaban Jawa. Patrap ulat pangucap menjadi Suri tauladan. Adipati Arumbinang tokoh legendaris yang patut dijadikan kaca benggala. Supaya anyaman kehidupan tambah anggun agung ngrembuyung.

Tokoh Kebumen diutus oleh Paku Buwana II untuk membangun istana raja. Ibukota Kraton Mataram pindah dari Kartasura ke Surakarta. Bupati Kebumen melaksanakan tugas ini dengan sangat meyakinkan. Kesaktian Tumenggung Honggowongso terbukti dengan kerja yang berhasil. Paku Buwana II memberi tugas untuk membangun Karaton Surakarta Hadiningrat. Tugas ini berhasil gemilang.

Sejak tahun 1738 program kerja dimulai dengan kegiatan spiritual. Tumenggung Honggowongso bertapa di Sendang Beji. Berkat laku tirakatan beliau menjadi orang yang sakti mandraguna. Selalu waskitha ngerti sakdurunge winarah.

Bersama dengan Pangeran Wijil dan Kyai Yasadipura, Tumenggung Honggowongso bertugas membangun Karaton Surakarta Hadiningrat. Bangunan ini berdiri megah indah mewah pada tanggal 17 Pebruari 1745.

Nama mudanya yaitu Joko Sangkrib. Meniti karir sebagai mantri gladhag. Turut menyertai para asisten dari daerah Poncowarno, Gombong, Rowokele, Srumbung, Sempor, Bonorowo, Buayan, Puring. Mereka terkenal sebagai ahli bangunan.

Ahli batu bata diserahkan warga Alian, Adimulyo, Ambal, Ayah, Klirong, Prembun, Petanahan, Mirit, Kuwarasan, Pejagoan. Mereka bekerja sepenuh hati. Semangat hidup terus menyala. Etos kerja terus dipelihara.

Liputan JUGA  Soekirman : Rakyat Yang Paling Tau Siapa Pemimpinnya

Bangunan dari kayu dikerjakan oleh warga Karanganyar, Karanggayam, karangsambung, Bulus Pesantren. Anak buah ini begitu setia bekerja. Tugas membangun Karaton Surakarta Hadiningrat dibantu oleh masyarakat Lamongan. Rancang bangun digarap di kota Ponorogo.

Pada tahun 1749 Tumenggung Honggowongso dinobatkan sebagai Bupati Kebumen. Dengan gelar kehormatan Kanjeng Raden Adipati Arungbinang I.

Bupati Kebumen Arungbinang I belajar asal usul Kebumen. Jasmerah, jangan sekali kali meninggalkan sejarah.

Kebumen berhubungan langsung dengan kerajaan Mataram. Ratu Retno Dumilah mengutus Pangeran Bumidirdjo membuka tanah Brang Kulon. Pada tahun 1594 Kanjeng Ratu Retno Dumilah mengadakan konsolidasi kewilayahan.

Kali ini topik pembahasan mengenai pembinaan teritorial Brang Kulon. Hadir dalam forum rapat kerja Mataram itu Raden Mas Sumekar, Bupati Madiun. Tampak pula Bupati Glagahwangi Arya Pangiri dan Arya Sukodono dari Jepara. Kanjeng Ratu Retno Dumilah adalah garwa prameswari Panembahan Senapati. Raja Mataram ini memerintah tahun 1582 sampai 1601. Dari asal usulnya Kanjeng Ratu Retno Dumilah sangat kuat.

Beliau putra Bupati Madiun, Pangeran Timur atau Rangga Jumena. Putra bungsu Sultan Trenggana, raja Demak Bintara ini sejak kecil diasuh Kanjeng Ratu Kalinyamat dan Pangeran Hadirin. Hidupnya di Jepara. Pernah berguru di Pajang dan Pengging.

Historis Kebumen dipelajari Paku Buwana II dengan saksama. Pengalaman kerja Kanjeng Retno Dumilah cukup beragam. Beliau berpengalaman sebagai direktur eksekutif perusahaan mebel. Juga komisaris pengeboran minyak mentah di Cepu. Konsultan administrasi impor ekspor di pelabuhan Tanjung Emas Semarang.

Maklum beliau cucu raja Demak Bintara. Pengetahuan tentang sistem pemerintahan diperoleh dari raja Pajang, Joko Tingkir atau Sultan Hadiwijaya. Kawruh Jaya kawijayan guna kasantikan diperoleh dari Ki Ageng Butuh.

Pangeran Timur memberi warisan tombak Kyai Tundung Madiun. Pusaka ini selalu membuat musuh menjadi silau dan energinya habis. Juga diberi keris Kyai Kembang Wijojondanu. Ampuhnya mirip Kyai Wijayandanu milik Adipati Karna.

Begitu hebatnya Srikandi Trah Demak ini dipercaya untuk memimpin Madiun. Beliau pernah menjabat sebagai Bupati Madiun tahun 1586 sampai 1590. Ketika menjadi permaisuri Panembahan Senapati, jabatan bupati diserahkan kepada Raden Mas Rangsang.

Hasil rapat pimpinan memutuskan agar dilakukan pembangunan wilayah Mataram bagian barat. Wilayah Brang Kulon perlu perhatian, agar pembangunan Mataram bisa adil dan merata.

Proses pemilihan kepala daerah diperhatikan benar oleh Paku Buwana II. Misalnya Pangeran Bumidirdjo ditunjuk sebagai koordinator. Beliau dipilih karena dianggap orang kepercayaan Kanjeng Ratu Retno Dumilah. Lama sekali menjadi sekretaris pribadi, juru tulis perusahaan dan asisten dalam pemerintahan. Lagi pula masih adik kandung. Sama sama putra Bupati Madiun keturunan kerajaan Demak Bintara.

Kerja keras dan budi pekerti luhur Pangeran Bumidirdjo teruji di lapangan. Kecerdasan, ketrampilan, kemahiran dan kejujuran dapat diandalkan. Pangeran Bumidirdjo terbiasa belajar kitab Jawa klasik. Pengetahuan tata negara dibaca lewat Kitab Negara kertagama karangan Empu Prapanca Pujangga kraton Majapahit.

Ajaran kepahlawanan dari Kakawin Arjuna Wiwaha Karya Empu Kanwa Pujangga kraton Kahuripan. Sedangkan soal estetika dibaca dari Kitab Smara Dahana karya Empu Darmaja Pujangga Kraton Kediri. Pangeran Bumidirdjo memang cerminan trahing Kusuma rembesing madu, wijining atapa, tedhaking andana warih.

Selama menjalankan tugas di kawasan sepanjang pegunungan Serayu, Pangeran Bumidirdjo dibantu oleh Ki Ageng Karanglo. Beliau adalah murid kesayangan Pangeran Karanggayam Pujangga kraton Pajang. Karyanya kitab Nitisruti yang berisi nilai etis filosofis tingkat tinggi.

Bebayane macan manggon ing siyunge. Bebayane ula mapan aneng upase. Bebayane kala jengking dumunung neng entupe. Nanging Bebayane manungsa duratmaka mapan ing sakojur awake. Begitulah ajaran serat Nitisruti yang dijadikan bahan refleksi.

Liputan JUGA  Rumah Joglo Jaman Amangkurat

Sikap eling lan waspada dipegang terus. Wejangan wulangan wedharan Pangeran Karanggayam merasuk dalam hati sanubari. Guru, ya digugu ya ditiru. Pangeran Bumidirdjo dan Ki Ageng Karanglo sungguh siswa berbakti kepada Pangeran Karanggayam. Ajaran Sang Guru yang diterapkan itu membuahkan sukses gemilang. Oleh karena tempat yang dibangun itu lantas diberi sebutan daerah Karanggayam.

Rakyat bersatu padu membuka daerah baru. Ada pepatah bijak mengatakan bapa truka, anak penak, putu nemu. Pembukaan wilayah Brang Kulon berjalan lancar. Pekerjaan besar dimulai tanggal 30 Juni 1594. Tanah yang dijadikan pemukiman itu diberi nama Panjer. Dalam bahasa Jawa Panjer bermakna lampu penerang yang menyala terus menerus. Terus terang dan terang terus.

Kediaman Pangeran Bumidirdjo merupakan tanah Trukah. Panjangnya sekitar 3 pal. Kini daerah tersebut menjadi desa Trukahan. Untuk menata kawasan yang ideal, Pangeran Bumidirdjo membangun pasar sebagai pusat transaksi barang dan jasa.

Pasar Tumenggungan, pasar Pari dan pasar Rabuk adalah warisan historis yang penting. Produk pertanian, perkebunan, peternakan bisa dipasarkan dengan baik. Petani untung, pedagang mujur. Demi kemakmuran rakyat, dibangun pula pabrik minyak sari nabati. Daerah Panjer semakin tata tentrem karta raharja.

Kesadaran Pangeran Bumidirdjo patut dipuji. Status be-liau di daerah Panjer cuma mengemban amanat. Beliau tak lebih hanya sebagai petugas utusan Kanjeng Ratu Retno Dumilah. Segala pekerjaan dilaporkan kepada prameswari Mataram. Daerah Panjer statusnya sebatas kademangan. Lantas naik menjadi kawedanan. Pada tahun 1642 daerah Panjer diresmikan sebagai kabupaten otonom. Sebagai pejabat bupati pertama di Kabupaten Panjer adalah Raden Tumenggung Bodronolo tahun 1642 sampai 1657.

Untuk menghormati jasa Pangeran Bumidirdjo Kabupaten Panjer diubah menjadi kabupaten Kebumen. Asal kata dari Bumi yang merujuk pada nama Bumidirdjo. Kebumen, berasal dari kata ke bumi an. Secara morfologis menjadi Kebumen. Dalam konteks semantis Kebumen adalah tempat tinggal tinggal yang dihuni Pangeran Bumidirdjo.

Perubahan nama Kabupaten Panjer menjadi kabupaten Kebumen terjadi pada tahun 1861. Bupati Kebumen dijabat oleh KRT Arungbinang ll yang dilantik oleh Sinuwun Paku Buwono IX di istana Kerajaan Surakarta Hadiningrat. Nama Kebumen semakin harum wangi semerbak di kawasan Brang Kulon.

Tempat istirahat abadi Tumenggung Honggowongso yaitu desa Kabejen Kecamatan Kutowinangun Kabupaten Kebumen. Honggowongso terkenal sebagai pekerja keras. Paku Buwana II selalu menggunakan tenaga dan pikiran untuk memajukan Karaton Surakarta Hadiningrat. Tugas dilakukan dengan kesungguhan.

Pucung

Basa ngelmu mupakate lan panemu,
Pasahe lan tapa,
Yen satriya tanah Jawi,
Kuna kuna kang ginelung tri prakara.

Adipati Arungbinang memegang teguh kepribadian bangsa. Agar jatidiri semakin utuh sepuh kukuh bakuh.

B. Teladan Para Pemimpin Kebumen.

Masa kepemimpinan Adipati Arungbinang selalu dilekatkan dengan prestasi produksi dan kreasi. Dengan berdasarkan konsep kepemimpinan hastabrata. Yakni ajaran ekologis yang berhubungan dengan kearifan kisma, surya, candra, kartika, maruta, samudra, dahana, tirta.

Warisan Tumenggung Honggowongso dalam bidang konstruksi bangunan memang terkenal. Raja Paku Buwana II menunjuk sebagai pemborong bangunan Karaton. Mutu bangunan dijamin bagus.

Jasa Tumenggung Honggowongso atau Adipati Arungbinang besar sekali. Dari Kabupaten Panjer menjadi Kabupaten Kebumen perlu perjuangan. Wajar bila Paku Buwana II begitu percaya.

Kegiatan pusat kerajaan Mataram harus berjalan aman damai. Sebagai pendamping raja Mataram, Kanjeng Ratu Retno Dumilah bertindak amat bijaksana. Beliau menghormati keberadaan Kanjeng Ratu Waskitha Jawi, permaisuri Panembahan Senapati. Posisi beliau lebih senior. Dua garwa padmi ini samad sinamadan.

Liputan JUGA  Raden Wijaya Mendirikan Kerajaan Majapahit

Putri sulung Senapati bernama Ratu Pembayun. Menikah dengan Ki Ageng Mangir. Lahirlah Pangeran Maduseno. Beliau dinikahkan dengan Dewi Majati, putri Pangeran Bumidirdjo. Dari pernikahan Agung dihadiri segenap kerabat Madiun, Pati, Jepara, Pengging, Pajang, Demak Bintara, glagah wangi dan Mataram. Mereka menganggap kumpule balung pisah. Pernikahan ini terjadi pada tahun 1612. Berkenan hadir Kanjeng Sinuwun Prabu Hadi Hanyakrawati.

Pahargyan manten Pangeran Maduseno dan Dewi Majati diharapkan membawa kawibawan kawidadan kabagyan kamulyan lan karaharjan di bumi Panjer. Segera pangeran Maduseno ditetapkan sebagai kepala wilayah Panjer dengan status wedana sepuh.

Kawedanan Panjer masih diampu langsung oleh pemerintahan pusat kerajaan Mataram. Rajanya Sultan Agung Hanyokro Kusumo tahun 1613 sampai 1645. Pernikahan Pangeran Maduseno dan Dewi Majati melahirkan Raden Mas Bodronolo. Kelahiran dua bangsawan agung disambut suka gembira oleh segenap rakyat Panjer. Terlebih pemerintah kerajaan Mataram. Wiji sejati telah lahir. Pemimpin baru sudah dinanti nanti. Bang bang sumirat, kadi surya arsa madhangi jagad raya.

Prestasi wilayah Panjer meyakinkan pemerintahan pusat. Untuk dinaikkan statusnya dinilai lebih dari cukup. Kanjeng Sultan Agung Hanyokrokusumo, raja Mataram menetapkan Panjer sebagai kabupaten otonom pada tahun 1642. Kehormatan dan anugerah buat warga Brang Kulon. Pejabat bupati Panjer yang pertama diserahkan kepada Raden Mas Bodronolo. Kabupaten Panjer mendapat pemimpin yang bener, kober, seger, pinter, bleger.

Wilayah Panjer juga berkembang kehidupan keagamaan. Sunan Geseng adalah murid Kanjeng Sunan Kalijaga, guru suci ing tanah Jawi. Sunan Geseng menyebarkan agama Islam di Pertapan Gunung Geyong Sadang. Muridnya melanjutkan risalah Sang guru. Namanya Ki Ageng Singopotro. Beliau sakti mandraguna, waskitha ngerti sakdurunge winarah. Kerap menjalankan tapa ngrame, tapa ngidang, tapa kungkum dan tapa ngeli.

Putri Ki Ageng Singopotro amat cantik jelita, bernama Endang Potrosari. Menikah dengan Raden Mas Bodronolo. Pernikahan ini melahirkan putra yang cakap cukup, yaitu Raden Mas Kertosuto dan Raden Mas Hastrosuto. Raden Mas Kertosuto bertugas di wilayah Panjer Rama Lembah.

Raden Mas Hastrosuto bertugas di wilayah Panjer gunung. Kabupaten Panjer semakin arum kuncara. Kedudukan Kabupaten Panjer amat kuat pada waktu pemerintahan Sinuwun Amangkurat Tegal Arum. Beliau menjadi raja Mataram tahun 1645 sampai 1677. Permaisuri raja bernama Kanjeng Ratu Wiratsari. Garwa Prameswari Mataram kerap berkunjung di Kabupaten Panjer. Mereka membina ibu ibu dengan memberi ketrampilan membatik dan menyulam. Sebagian diajari kursus di Sembarang untuk membuat lumpia. Ada yang dikirim ke Kediri untuk belajar membuat tahu takwa.

Bupati Hastrosuto amat hormat kepada Kanjeng Ratu Wiratsari yang memperhatikan Kabupaten Panjer. Pada tahun 1659 diadakan pemutaran pabrik minyak sari nabati. Peralatan diperbarui. Modal ditingkatkan, menejemen makin rapi. Pemasaran digarap dengan tertib.

Sementara itu dirintis pula pabrik semen di daerah Gombong. Usaha ini berhasil membawa kemakmuran. Keberadaan Kabupaten Panjer cukup diperhitungkan dalam kancah diplomasi Mataram. Joko Sangrib adalah putra Tumenggung Sosrowijoyo, bupati Madiun. Beliau menikah dengan Rara Mangunsari, putri Demang Honggoyudo di Kutho Winangun. Mertuanya memberi nama kebesaran kepada Joko Sangrib, dengan gelar Tumenggung Honggowongso.

Bersama dengan Kyai Yasadipra dan Pangeran Wijil, Tumenggung Honggowongso mendapat tugas memindahkan ibukota dari Kartasura ke Surakarta pada tahun 1745. Tugas besar ini berhasil dengan memuaskan. Ini terjadi pada masa pemerintahan Sinuwun Paku Buwono ll. Perpindahan ibukota berlangsung secara megah meriah. Sigra jengkar saking Kartawani.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.