Liputan KOLOM

Sejarah Kerajaan Jawa

Ditulis oleh Liputan68 pada 8 Maret 2021 ⏱️ 2 Menit Baca

Oleh: Dr Purwadi M.Hum. 

(Ketua Lembaga Olah Kajian Nusantara LOKANTARA. Hp 087864404347)

BACA JUGASeniman, Akan Seperti Apa Kita Nanti?

A. Kerajaan Kediri

Kerajaan Kediri telah berhasil menata peradaban Jawa. Dalam kurun waktu yang panjang, Kraton Kediri mewariskan seni edi peni, budaya adi luhung.

BACA JUGAMangkunegara IV Pelopor Pabrik Gula

Berturut turut raja Kediri merupakan narendra gung binathara. Raja Kediri memerintah dengan memegang prinsip hambeg adil paramarta.

1. Prabu Gendrayana tahun 325 – 357.

BACA JUGASejarah Kepatihan Surakarta

2. Prabu Yudhayana, tahun 357 – 386.

3. Prabu Jayabaya Purusa, tahun 386 – 423.

BACA JUGAPak Joni Walker Manik Pelopor Pendidikan Serdang Bedagai

4. Prabu Jayabaya Amisena, tahun 423 – 459.

5. Prabu Jayabaya Amiluhur, tahun 459 – 497.

BACA JUGABabad Mangkunegara III

6. Prabu Jayabaya Kartanegara 497 – 538.

7. Prabu Jayabaya Iswara 538 – 574.

BACA JUGASejarah Kasultanan Kacirebonan

8. Prabu Jayabaya Kartawijrama 574 – 628.

9. Prabu Jayabaya Makuta Kelut 628 – 679.

BACA JUGASejarah Bangunan Keraton Surakarta

10. Prabu Jayabaya Kameswara 679 – 698.

11. Prabu Jayabaya Warsawijaya 698 – 657.

BACA JUGABiografi Amangkurat Raja Mataram

12. Prabu Jayabaya Isyanaprabu 657 – 694.

13. Prabu Jayabaya Tunggawijaya 694 – 761.

BACA JUGALarapan Langse Ing Pajimatan Amangkurat Tegalarum

14. Prabu Jayabaya Sarweswara 761 – 799.

15. Prabu Jayabaya Wangsawardana 799 – 863.

BACA JUGAJapa Mantra Jawa

16. Prabu Jayabaya Sastraprabu 863 – 911.

17. Prabu Jayabaya Koncaryadwipa 911 – 972.

BACA JUGASejarah Kanjeng Ratu Kidul

18. Prabu Jayabaya Narmada 972 – 1023.

19. Prabu Jayabaya Ariswara 1023 – 1083.

BACA JUGASejarah Kabupaten Kudus

20. Prabu Jayabaya Premana 1083 – 1026.

21. Prabu Jayabaya Subrata 1126 – 1188.

BACA JUGASejarah Kabupaten Sidoarjo

22. Prabu Jayabaya Mamenang 1188 – 1211.

23. Prabu Jayabaya Mangleng 1211 – 1250.

BACA JUGAPolemik Dalam Penyusunan Daftar Pemilih

24. Prabu Jayabaya Katwang 1250 1260.

25. Prabu Jayabaya Kertajaya Dandanggendis 1260 1292.

BACA JUGASukseskan PEMILU Tahun 2024

Jelas sekali nama raja Kediri selalu bergelar Jayabaya. Nama Jaya Baya sebetulnya mulai digunakan pada jaman Prabu Jaya Purusa.

Pendiri Kerajaan Kediri adalah Prabu Gendrayana. Beliau merupakan putra sulung Prabu Parikesit raja Negeri Yawastina. Ibunya bernama Dewi Badrahini.

BACA JUGASejarah Rawa Pening Tempat Tapa Kungkum Raja Jawa

Prabu Gendrayana memerintah kerajaan Kediri sejak tahun 325. Beliau adalah raja yang sakti mandraguna. Nak tumanak run tumurun Prabu Gendrayana menjadi leluhur kerajaan yang sadar arti penting makna trah kusuma rembesing madu.

Kerajaan Kediri tampil sebagai negara jaya sejahtera, aman damai, ayem tentrem. Jadilah kerajaan yang panjang punjung pasir wukir, gemah ripah loh jinawi, tata tentrem karta raharja.

BACA JUGASejarah Slametan Jenang Untuk Meraih Ketentraman

Etike kepemimpinan yang dipegang teguh oleh Prabu Gendrayana berdasarkan paugeran. Prabu Gendrayana adalah narendra gung binathara mbahu dhendha nyakrawati, ambeg adil paramarta, ber budi bawa laksana, memayu hayuning bawana. Rakyat Kediri yang tinggal di sekitar Gunung Kelud, Gunung Wilis, Gunung Klothok merasa ayem tentrem lahir batin.

Keluhuran kerajaan Kediri terkenal di mana mana. Pada tahun 357 Prabu Gendrayana lengser keprabon madeg pandhita. Tahta diserahkan kepada ingkang putra Prabu Yudhayana. Seperti sang ayah, Prabu Yudhayana memimpin kerajaan Kediri dengan penuh kebijaksanaan.

BACA JUGANgobrol Santai Bersama Pak H. Atto S* Sebuah Renungan tentang Pembangunan yang Berkelanjutan

Jumenengan Prabu Yudhayana di kerajaan Kediri dihadiri oleh abdi dalem. Mereka berasal dari Ngawi, Nganjuk, Madiun, Ponorogo, Pacitan, Trenggalek, Blitar, Jombang, Tulungagung, Mojokerto. Hadir pula segenap bupati pesisir, Bang Wetan dan Bang Kulon.

Semakin hari kerajaan Kediri bertambah arum kuncara ngejayeng jagat raya. Negeri manca sampai kayungyun pepoyaning kautaman. Bebasan kang cerak menglung, kang tebih mentiung. Sami pasok glondhong pengareng areng, peni peni raja peni, guru bakal guru dadi, emas picis raja brana.

BACA JUGAJiwa Sosial Raja Amangkurat

Puncak kejayaan itu membuat bahagia semua pihak. Pada tahun 386 tahta kerajaan Kediri diserahkan kepada putra Yudhayana . Dia bernama Prabu Jaya Purusa. Sejak muda prabu Jaya Purusa gemar tapa brata ditengah alas gung liwang liwung. Prabu Jaya Purusa sering tapa ngebleng, tapa mutih, tapa ngidang, tapa ngalong, tapa nggantung, tapa pendhem, tapa ngrame.

Prabu Jaya Purusa menjadi raja yang sakti mandraguna. Perlindungan pada seluruh rakyat diwujudkan dengan laku prihatin, cegah dhahar lawan guling. Pada tingkat tertentu Prabu Jaya Purusa boleh dikatakan sebagai jalma sulaksana. Waskitha ngerti sakdurunge winarah.

BACA JUGATata Cara Sewu Dinten Di Pagelaran Karaton Surakarta

Kediri benar benar negeri aman damai. Padi, jagung, ketela pohung panen berlimpah ruah. Bahan makanan disimpan di lumbung kerajaan. Kedelai, kacang merupakan tanaman palawija. Sayur kubis, kentang, bayam, kangkung, terong, buncis, godhe, loncang tumbuh di sembarang tempat.

Bahan makanan disimpan untuk menghadapi masa paceklik.
Hama menyingkir jauh, penyakit tak berani menyerang, pageblug hilang sendiri. Itu akibat kesaktian Prabu Jaya Purusa yang bijak bestari. Kawula dan punggawa manunggal cipta rasa karsa. Semua mendukung kepemimpinan Prabu Jaya Purusa. Keamanan dan ketentraman terwujud.

BACA JUGABabad Mangkunegara I

Kesaktian Prabu Jaya Purusa dipuji warga. Para abdi nujum dan pujangga istana memberi gelar kehormatan kepada Prabu Jaya Purusa. Dengan sebutan gelar Sinuwun Prabu Jayabaya. Bahkan gelar Jayabaya jauh lebih tenar. Jaya Baya menurunkan Kerajaan Pengging, Prambanan, Daha.

B. Kerajaan Pengging.

BACA JUGADouble Track System Sebagai Politik Hukum yang Manusiawi

Kerajaan Pengging dan Prambanan adalah keturunan Kediri. Sejak Prabu Jayabaya Amisena memerintah, Kediri lebih dikenal dengan nama Kerajaan Daha. Lara lapa tapa brata sarana pembinaan untuk mengasah ketajaman spiritual.

Prabu Jayabaya mendidik tiga putra kinasih. Ketiganya yaitu Raden Jaya Amijaya, Raden Jaya Amisena, Raden Jaya Aminata. Putra raja Kediri ini menjalankan ilmu laku, gentur tapane, mateng semadine.

BACA JUGATengku Ryan Novandi Sebagai Pewaris Budaya Kesultanan Serdang

Raden Jaya Amijaya menikah dengan Dewi Pramesthi. Dinobatkan sebagai raja di Kraton Jenggala.

Raden Jaya Amisena menikah dengan Dewi Pramoni. Dinobatkan sebagai raja di Kraton Daha.

BACA JUGALegenda Eluh Berru Tinambunen: Memahami Duka Hati Seorang Wanita

Raden Jaya Aminata menikah dengan Dewi Susenti. Dinobatkan menjadi raja di Kraton Pengging, bergelar Prabu Kusuma Wicitra tahun 423.

Pernikahan para bangsawan ini dilakukan oleh Begawan Mayangkara. Hal ini sesuai dengan pesan Prabu Rama Wijaya kepada Anoman. Yakni kisah perkawinan wareng Arjuna pada jaman Kraton Kediri.

BACA JUGASejarah Kabupaten Bangkalan

Kerajaan Kediri semakin maju. Muncul pula kerajaan Pengging, Daha dan Jenggala. Masyarakat semakin beradab. Karya sastra berkembang cemerlang.

Adapun Prabu Jaya Aminata menjadi raja Pengging. Berturut turut raja Pengging yang temahsyur yaitu :

BACA JUGAJejak Amir Hamzah

1. Prabu Jaya Aminata atau Prabu Kusuma Wicitra 423 – 435.

2. Prabu Citrasoma 435 – 459.

BACA JUGASejarah Rajutan Nilai Kebangsaan Dari Kabupaten Serdang Bedagai Sumatera Utara

3. Prabu Pancandriya 459 – 482.

4. Prabu Anglingdriya 482 – 514.

BACA JUGAPak Jokowi Dan Kebijakan Berpihak Pada Rakyat

5. Prabu Citra Pandaya 514 – 567.

6. Prabu Dewa Kusuma 567 – 598.

BACA JUGARADEN PATAH RAJA DEMAK

7. Prabu Dewanata 598 – 632.

8. Prabu Dewa Sanjaya 632 – 678.

BACA JUGAPak Jokowi Dan Prestasi Kerja Nyata

9. Prabu Sanjaya Pengging 678 732.

Prabu Dewa Sanjaya inilah yang menurunkan Wangsa Sanjaya. Candi Prambanan dibangun sebagai monumen kebudayaan.

BACA JUGABabad Prabowo Subianto

C. Kerajaan Prambanan.

Kerajaan Prambanan lantas dipimpin oleh raja yang menganut agama Hindu.

BACA JUGARahim Ibu Pertiwi

1. Rakai Sanjaya Prambanan 732 760.

2. Rakai Panangkaran 760 780.

BACA JUGAMerawat Semangat

3. Rakai Panunggalan 780 800.

4. Rakai Warak 800 820.

BACA JUGABersama Srikandi PDI Perjuangan Kota Medan, Bunda Fitri Ajak Warga Pilih Bobby-Aulia

5. Rakai Garung 820 840.

6. Rakai Pikatan 840 856.

BACA JUGATentang Komunitas Taman (Sebuah Catatan dari Alumni)

7. Rakai Kayuwangi 856 882.

8. Rakai Watu Humalang 882 899.

BACA JUGACandraning Wanita Saking Paprincening Badan Saha Watekipun

9. Rakai Watu Kumara 899

10. Rakai Balitung 899 915.

BACA JUGATopo Kungkum di Waduk Sermo Kulon Progo

11. Rakai Daksottama 815 819.

12. Rakai Tulodhong 919 921.

BACA JUGABABAD KRATON SURAKARTA

13. Rakai Wawa 921 928.

14. Rakai Sindok 928 930.

BACA JUGAKeberagaman Budaya Di Kabupaten Serdang Bedagai Sumatera Utara

Prambanan merupakan Candi unggulan. Terdapat ajaran kama arta darma muksa.

D. Kerajaan Jenggala.

BACA JUGAIr H Soekirman Mengembangkan Budaya Literasi Lewat Pantun Melayu

Prabu Jaya Amijaya memerintah Kraton Jenggala tahun 423. Garwa prameswari bernama Dewi Pramesthi yang berasal dari negeri Widarba. Sebagai putra Prabu Jayabaya Raja Kediri, dirinya merasa wajib meneruskan cita-cita orang tua. Inilah prinsip mikul dhuwur mendhem jero.

Kerajaan Jenggala yang beribu kota di tepi Kali Mas Sidoarjo tampil sebagai negeri maritim. Pelayaran, perdagangan, pelabuhan berjalan lancar. Armada laut berdiri kokoh. Pelayaran armada laut Jenggala sampai Asia Selatan, Asia Barat dan Afrika.

BACA JUGAReforma Agraria Dalam UU Cipta Kerja

Hasil pertanian, perkebunan, peternakan, diparahkan sampai antar benua. Rakyat hidup makmur sejahtera. Mereka cukup sandang pangan papan. Pendidikan berlangsung di seluruh negeri. Tua muda sibuk bekerja. Negara Jenggala memberi prioritas yang memadai buat sekalian warga. Sukses gemilang ini, maka kerajaan Jenggala juga mendapat sebutan negeri Jenggala Manik.

Atas prakarsa Prabu Jaya Amijaya sendiri, pada tahun 463 putranya yang bernama Raden Subrata diwisuda menjadi raja Jenggala Manik. Bergelar Prabu Jaya Angrana atau Prabu Jayengrana. Sedangkan Prabu Jaya Amijaya memilih sebagai pertapa di Lodaya Blitar. Lengser keprabon madeg pandita adalah sikap yang terhormat, agung dan berwibawa.
Wibawa Prabu Jaya Angrana atau Jayengrana dibangun karena prestasi, dedikasi dan kompetisi. Prestasi dalam bidang pemerintahan sangat cemerlang.

BACA JUGAOppungleladjingga: Sastra yang Mencintai Alam dan Peradaban

Dedikasi dipersembahkan buat nusa bangsa. Tenaga pikiran waktu dicurahkan buat kesejahteraan masyarakat. Kompetisi dalam arti positif berkenaan dengan usaha untuk memperoleh keunggulan. Studi banding dilakukan sebagai sarana untuk memacu diri.

Tahun 492 Prabu Jaya Angrana atau Prabu Jayengrana mengundurkan diri secara sukarela. Tiba saatnya beliau untuki mahas ing ngasepi. Berdiam di pertapan untuk mengheningkan cipta. Sambil berolah diri, Begawan Jayengrana Puji Astuti mengembangkan ilmu kebatinan. Cocok dengan wasiat Prabu Jayabaya. Begawan Jayengrana Puji Astuti juga waskitha ngerti sakdurunge winarah.

BACA JUGASejarah Gamelan

Anaknya secara otomatis menggantikan kedudukan Prabu Jayengrana. Sejak kecil Raden Subrata diberi ajaran tentang tata praja, diplomasi, pertanian, perkebunan, peternakan, usaha, kemasyarakatan. Ketika sudah dewasa Raden Subrata siap melanjutkan perjuangan Prabu Jayengrana. Raden Subrata dilantik sebagai raja Jenggala, dengan gelar Prabu Amiluhur.

Penobatan Prabu Amiluhur pada tanggal 25 Mei 492. Turut hadir utusan dari Kraton Daha dan Kraton Pengging. Saat jumenengan ini ditetapkan pula posisi Kanjeng Ratu Tejaswara sebagai garwa prameswari. Pasangan Prabu Amiluhur dengan Kanjeng Ratu Tejaswara menjadi idola rakyat Jenggala Manik. Sikap mereka berdua menjadi teladan bagi warga negara.

BACA JUGAPaku Buwana III Pelopor Perdamaian Dunia

Urutan raja Jenggala yang pernah memerintah dengan penuh kasih sayang.

1. Prabu Jaya Amijaya 423 – 463

BACA JUGASejarah Kali Serang Untuk Tapa Ngeli Joko Tingkir

2. Prabu Jayengrana 463 – 492

3. Prabu Amiluhur 492 – 537

BACA JUGASejarah Diplomasi Jepara Dengan Cirebon

4. Prabu Inu Kertapati 537 – 568

5. Prabu Suryawisesa 568 – 589

BACA JUGALabuhan Sura di Samudra Kidul

6. Prabu Panji Asmara Bangun 589 – 614

7. Prabu Priyambada 614 – 635

BACA JUGAMengenal Sosok Joni Walker Manik, Ketua Kerukunan Rakyat Batak

8. Prabu Kuda Wisrengga 635 – 672

9. Prabu Wanengpati 672 – 697

BACA JUGABabad Kartasura

10. Prabu Kalana Jayengsari 697 – 725

11. Prabu Dhawuk Marma 725 – 753

BACA JUGAPak Jokowi Dan Strategi Kebudayaan Nasional

12. Prabu Maesa Tandreman 753 – 784

13. Prabu Suryo Hamiluhur 784 – 809

BACA JUGASejarah Organisasi Wanita Keraton Surakarta

14. Prabu Banjaransari 809 – 840

15. Prabu Lembu Pangarsa 840 – 873

BACA JUGAGuru Besar ITB Ahmad Dahlan Angkat Bicara Terkait Ihwal ITB Ahmad Dahlan di Alumni ITB Bandung

16. Prabu Gondo Kusumo 873 – 897

17. Prabu Jaka Saputra 897 – 926

BACA JUGAHIKMAH COVID-19 SEBAGAI ENTRY POIN DAKWAH DI AMERIKA

18. Prabu Candra Kusuma 926 – 935

19. Prabu Darma Kusuma 935 – 948

BACA JUGASejarah Kabupaten Kebumen

20. Prabu Darmajaya 948 – 988
21. Prabu Darmawangsa 988 – 1010

22. Prabu Airlangga 1010 – 1042

BACA JUGAIr H Soekirman Mengagas Mutu Pariwisata Sergai Nan Menawan

23. Prabu Samara Wijaya 1042 – 1071

24. Prabu Samara Dahana 1071 – 1098

BACA JUGAIstana Amangkurat Lambang Kejayaan Mataram

25. Prabu Samara Wangsa 1098 – 1121

26. Prabu Samara Kusuma 1121 – 1140

BACA JUGAHj Marliah Soekirman Suka Bekebun Sayuran dam Buah-buahan

27. Prabu Kameswara Jaya 1140 – 1168

28. Prabu Kameswara Citra 1168 – 1187

BACA JUGABabad Presiden Soeharto

29. Prabu Kameswara Sigit 1187 – 1199

30. Prabu Kameswara Jajar 1199 – 1220.

BACA JUGASejarah Dewi Sri Sebagai Widodari Kemakmuran Negeri

31. Prabu Kameswara Dhandhang 1220 – 1236.

32. Prabu Kameswara Susuruh 1236 – 1264
33. Prabu Kameswara Kusuma 1264 – 1293.

BACA JUGAPak Jokowi Dan Kesadaran Negara Hukum

Semangat Kerajaan Jenggala terus berlanjut. Muncul dinasti Majapahit, Demak, Pajang, Mataram, Surakarta Hadiningrat.

E. Kerajaan Singosari.

BACA JUGASejarah Ki Ageng Giring Penerima Wahyu Kedhaton

1. Isana Rajasa 1129 1148

2. Isana Yudarajasa 1148 1175.

BACA JUGAKETIKA AL-QURAN MENERJEMAHKAN DIRINYA SENDIRI

3. Isana Jayarajasa 1175 1184

4. Akuwu Tunggul Ametung 1184 1222

BACA JUGAKartini Minum Brandy-Rempah, Istri Sultan Langkat dan Putri Sultan Serdang Wafat Terpapar Virus, Cuplikan Catatan Pandemi Yang Mencekam 1900-1920

5. Rajaya Amurwabumi 1292 1247

6. Panji Anengah Anusapati 1247 1252.

BACA JUGACatatan Hukum Dugaan “Genosida Demokrasi” Atas Penghilangan Hak Pilih di Lampung Selatan

7. Panji Tohjaya Wisnumurti 1252 1254

8. Wisnu Wardana Ranggawuni 1254 1256.

BACA JUGASejarah Pangeran Sambernyawa

9. Wardana Kertabumi 1256 1267

9. Kertanegara Syiwa Budha 1267 1291

BACA JUGAStrategi Advokasi Konsultatif dan Asimetris Kebijakan Merdeka Belajar melalui Pendekatan “IMPRESIF”

10. Wijaya Kertabuana 1291 1292

F. Kerajaan Majapahit.

BACA JUGADaya Linuwih Umbul Saren Kalasan Yogyakarta

Kerajaan Jenggala memang hebat. Putra Prabu Kameswara Kusuma bernama Raden Wijaya. Sejak tahun 1293 mendirikan kerajaan Majapahit. Dari Jenggala berubah menjadi Majapahit. Raden Wijaya dinobatkan menjadi raja Majapahit tahun 1293 – 1309. Penerus kerajaan Jenggala ini bergelar Prabu Kertarajasa atau Sinuwun Prabu Brawijaya I.

Berturut turut narendra agung kerajaan Majapahit yang berbudi luhur. Mereka adalah pemimpin besar, yang berhasil mengangkat harkat martabat rakyat.

BACA JUGAGKR Retno Dumilah Pengageng Pasiten Keraton Surakarta Hadiningrat

1. Raden Wijaya atau Brawijaya I 1293 – 1309.

2. Jayanegara atau Brawijaya II 1309 – 1328.

BACA JUGASejarah Pembangunan Kota Surabaya

3. Tri Buana Tungga Dewi 1328 – 1350.

4. Hayamwuruk atau Brawijaya III 1350 – 1389.

BACA JUGAStrategi Bisnis Raja Paku Buwana II

5. Kusuma Wardhani Wikrama Wardana 1389 – 1400.

6. Dewi Suhita 1400 – 1427.

BACA JUGAMencegah Hoaks Vaksinasi Covid-19

7. Kertawijaya atau Brawijaya IV 1427 – 1438 .

8. Ratu Kencono Wungu 1438 – 1457.

BACA JUGASejarah Kabupaten Bandung

9. Kertabumi atau Brawijaya V 1457 – 1478.

Sinuwun Prabu Brawijaya V raja yang sakti mandraguna. Putranya adalah para penguasa kerajaan di Jawa selanjutnya. Permaisuri berjumlah 3 orang yakni Ratu Cempa, Ratu Dworowati dan Ratu Wandan Kuning.

BACA JUGASanggar Seni Pustaka Laras

Raja Brawijaya V melalui Ratu Cempa melahirkan Raden Patah yang menjadi raja Demak Bintara. Para raja Demak Bintara yaitu :

G. Kerajaan Demak Bintara.

BACA JUGASejarah Ajisaka Mengajari Aksara Jawa

1. Raden Patah atau Sultan Jimbun Sirullah Syah Alam Akbar I, 1478-1506.

2. Pati Unus atau Adipati Yunus atau Sultan Bahrullah Syah Alam Akbar II, 1506-1518.

BACA JUGASejarah Pelabuhan Belawan Medan

3. Sultan Trenggana atau Sultan Malikul Mukminin Syah Alam Akbar III, 1518-1536.

4. Sunan Prawata atau Sultan Amirul Mukminin Syah Alam Akbar IV, 1536 – 1545.

BACA JUGASejarah Gunung Kendheng Tempat Semedi Sultan Agung

5. Sultan Arya Kilen atau Sultan Abdul Mukmin Syah Alam Akbar V, 1545- 1546.

H. Kerajaan Pajang.

BACA JUGABabad Kraton Kartasura

Wibawa Majapahit amat terasa.
Prabu Brawijaya V melalui Ratu Dworowati nanti menurunkan Mas Karebet. Nama lainnya Joko Tingkir atau Sultan Hadiwijaya Kamidil Syah Alam Akbar Panetep Panatagama. Beliau adalah raja Pajang. Memerintah Pajang tahun 1546- 1582. Pajang lantas dipimpin Pangeran Benawa tahun 1582 – 1605.

Secara yuridis Pajang melebur menjadi Mataram. Penyatuan ini setelah Ratu Banuwati, putri Pangeran Benawa menikah dengan Sinuwun Prabu Hadi Hanyakrawati. Raja Mataram ini memerintah tahun 1601 – 1613.

BACA JUGAAura Wanita Jawa

Adapun Prabu Brawijaya V melalui Ratu Wandan Kuning kelak memunculkan Panembahan Senapati raja Mataram. Ketiga garwa prameswari Prabu Brawijaya V memang trahing kusuma rembesing madu.

I. Kerajaan Mataram

BACA JUGAPesanggrahan Langenharjo Tempat Melakukan Cipta Sasmita

Kerajaan Mataram dipimpin oleh narendra gung binathara, mbahu dhendha nyakrawati.

1. Panembahan Senapati 1582 1601.

BACA JUGASejarah Danau Toba

2. Prabu Hadi Hanyakrawati 1601 1613.

3. Sultan Agung Hanyakra Kusuma 1613 1645.

BACA JUGASejarah Gunung Sindoro Tempat Semedi Ki Ageng Wonosobo

4. Sunan Amangkurat I 1645 1677.

5. Sunan Amangkurat II 1677-1703

BACA JUGASeni Karawitan Jawa

6. Sunan Amangkurat III 1703 1708.

7. Sinuwun Paku Buwana I 1708 1719.

BACA JUGASejarah Dinasti Syaelendra

8. Sunan Amangkurat IV 1719 1726.

9. Sinuwun Paku Buwana II 1726 1749

BACA JUGABerikut Do’a Dr. Zahera Mega Utama, SE,MM di Hari Jadi Presiden Jokowi

10. Sinuwun Paku Buwana III 1749 1788.

11. Sinuwun Paku Buwana IV 1788 1820.

BACA JUGASejarah Alas Roban Sebagai Tempat Pendadaran Ilmu Kanuragan

12. Sinuwun Paku Buwana V 1820 1823.

13. Sinuwun Paku Buwana VI 1823 1830.

BACA JUGAJan Ethes Srinarendra Memancarkan Semangat Kepemimpinan

14. Sinuwun Paku Buwana VII 1830 1858.

15. Sinuwun Paku Buwana VIII 1858 1861.

BACA JUGAPrabu Hayam Wuruk Pelopor Kebangsaan Majapahit

16. Sinuwun Paku Buwana IX 1861 1893.

17. Sinuwun Paku Buwana X 1893 1939.

BACA JUGATata Cara Nyadran Kraton Surakarta Hadiningrat di Astana Pajimatan Imogiri

18. Sinuwun Paku Buwana XI 1939 1945.

19. Sinuwun Paku Buwana XII 1945 2004.

BACA JUGALeluhur Bumi Pengging

20. Sinuwun Paku Buwana XIII 2004 sampai sekarang.

Adapun Kerajaan Yogyakarta dipimpin oleh Sultan Hamengku Buwana I sejak tanggal 13 Pebruari 1755. Berdasarkan Perjanjian Giyanti.

BACA JUGASejarah Provinsi Bengkulu

Pura Mangkunegaran berdiri tanggal 17 Maret 1757. Berdasarkan perjanjian Salatiga.

Pura Paku Alaman berdiri pada tanggal 17 Maret 1813. Berdasarkan perjanjian Tuntang di Semarang.

BACA JUGAPANCASILA: PONDASI WAWASAN KEBANGSAAN YANG KOKOH UNTUK INDONESIA MAJU

Kraton Kediri menurunkan raja raja Jawa. Dari Majapahit ke Demak, Pajang, Mataram, Surakarta, Yogyakarta, Mangkunegaran dan Paku Alaman. Dinasti kerajaan membawa visi misi peradaban. Kraton Jenggala Manik mengalirkan nilai keutamaan, keteladanan, keluhuran, kebajikan, kepahlawanan, keagungan, kebangsaan.

Dalam sejarahnya Karaton Jawa memberi inspirasi bagi para raja Jawa. Agar selalu berpegang teguh pada ajaran leluhur. Yakni ber budi bawa laksana, memayu hayuning bawana. Sebagaimana ajaran pujangga.

BACA JUGASejarah Syekh Jangkung Penasehat Kraton Mataram

Pujangga kerajaan memang kondang. para raja membina pujangga Jenggala, Daha, Singosari, Majapahit, Demak, Pajang dan Mataram. Trahing kusuma rembesing madu memimpin tanah Jawa, dengan prinsip ber budi bawa laksana. Sehingga tercipta masyarakat adil makmur.

Kapujanggan Jawa mengajarkan sastra budaya. Kitab Baratayuda lestari hingga kini, sebagai panduan seni pedalangan. Wajar bila orang Jawa jadi penggemar seni pewayangan.

BACA JUGAMakam Raja-Raja Mataram di Pajimatan Imogiri

(LM-01)

Ditulis oleh Liputan68

Jurnalis dan penulis berita di Liputan68.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Home Trending

Kategori Berita

Pencarian